batampos.co.id – Kabar mengejutkan diterima sekitar 430 karyawan PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell di kawasan industri Latrade, Tanjung Uncang, Batu Aji, Selasa (24/11/2020).

Manajemen perusahaan asal Amerika yang memproduksi sepatu safety merk King tersebut, mendadak menyampaikan informasi penutupan operasional perusahaan terhitung mulai Selasa, kemarin.

Semua karyawan diberhentikan dengan alasan perusahaan tak sanggup lagi meneruskan aktivitas produksi.

Informasi tersebut membuat karyawan kaget karena terkesan dadakan dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Meskipun sempat cemas, ratusan karyawan akhirnya menerima keputusan tersebut.

Pasalnya, manajemen perusahaan sanggup memberikanbsemua hak karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku.

PabriK PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell di kawasan industri latrade, Tanjung uncang, Batuaji, Selasa (24/11/2020). Foto: Jos Sudaraso untuk Batam Pos

”Syok awal dikasih tahu tiba-tiba tutup, karena selama ini baik-baik saja. Bahkan, semalam (kemarin malam, red) masih kerja kami dan ada yang over time (lembur) malah. Kami terima saja asalkan semua hak kami terpenuhi,” ujar Herdi Sipayung, salah seorang pekerja.

Ketua Tekstil Sandang Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (TSK SPSI) PT KSW by Honeywell, Jos Sudaraso, mengaku heran dengan keputusan penutupan operasional perusahaan karena terkesan dadakan. Selain itu, tak ada gejolak di mata karyawan.

”Alasan manajemen katanya untuk efisiensi karena down (turun), tapi kenyataan selama ini karyawan tetap bekerja seperti biasa. Ada juga perekrutan karyawan baru belum lama ini, tapi kok tiba-
tiba tutup,” kata Jos.

Dijelaskan Jos, awalnya karyawan sempat protes dengan keputusan tersebut. Namun, karena manajemen menyanggupi semua hak karyawan, baik yang permanen ataupun kontrak yang diberhentikan, akhirnya mereka setuju.

”Mau tak mau tetap terima karena perusahaan menyanggupi semua tuntutan hak karyawan sesuai dengan aturan dan Undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku,” ujar Jos.

Karyawan PT KSW by Honeywell saat diberhentikan itu ada sekitar 430 orang yang terdiri dari 400 karyawan permanen dan 30-an karyawan kontrak.

Perusahaan ini sudah beroperasi sejak 2005 bernama PT KSW. Tahun 2012, digabungkan dengan PT Honeywell hingga kini.

Manajemen perusahan belum bisa dikonfirmasi, sebab tidak bersedia menemui awak media.(jpg)