batampos.co.id – Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam Syamsul Bahrum, mempresentasikan dan berdiskusi terkait roadmap usulan KEK Tanjung Sauh bersama DPRD Kota Batam, Selasa (24/11/2020).

Pembangunan KEK Tanjung Sauh akan menyerap nilai investasi sebesar Rp 33 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Ketua DPRD Batam Nuryanto, Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Ali Wasyim dan OPD Batam.

Syamsul menyebutkan, sebagian besar persyaratan telah disiapkan oleh tiga perusahaan konsorsium Panbil Group yang akan mengembangkan kawasan tersebut.

Hanya saja masih ada beberapa persyaratan lagi yang harus dipenuhi.

Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum, mempresentasikan dan berdiskusi terkait roadmap usulan KEK Tanjung Sauh bersama DPRD Kota Batam, Selasa (24/11/2020). Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Dari 17 persyaratan, masih ada sekitar empat lagi. Salah satunya MoU dengan Pemko Batam dan DPRD Batam,” kata Syamsul.

Menurutnya, dari Pemko Batam sudah melakukan sejumlah hal dari meninjau lokasi, memberikan rekomendasi setuju, juga dukungan perihal pembangunan pelabuhan.

Syamsul Bahrum mengingatkan, agar pihak pengusaha mendorong DPRD, mengeluarkan rekomendasi.

Sementara itu izin dari Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemko Batam sudah ada.

“Tanpa DPRD Batam, tidak akan pernah ada KEK. Di pusat belum disetujui karena belum ada persetujuan DPRD,” terang Syamsul.

Dalam presentasi investor, dengan nilai investasi sekitar Rp 33 triliun diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 70ribu orang.

Tanjung Sauh memiliki luas 843,779 hektar. Dimana, seluas 683,799 hektar atau sekitar 81 persen untuk industri dan pelabuhan.(*/esa)