batampos.co.id – Program Kartu Prakerja pada saat pandemi Covid-19 didisain menjadi semi subsidi bagi masyarakat yang pekerjaannya terdampak melalui insentif. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan, perbedaan program Kartu Prakerja apabila tidak ada wabah pandemi yang menyerang ke berbagai sendi kehidupan.

Dirinya yang juga menjabat sebagai Wakil Komite Prakerja ini menjelaskan, pada awalnya program ini diinisiasi Presiden RI Joko Widodo untuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia di Indonesia. Di samping itu, pemerintah memberikan sedikit insentif untuk para pesertanya sebagai uang jalan.

“Awalnya Presiden itu mau membekali pekerja di sini, diperkuat, dibekali. Lalu uang jalannya untuk logistik sedikit,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Senin (23/11).

Namun, lanjutnya, masa pandemi membuat format program ini sedikit berubah. Insentif yang tadinya diberikan untuk uang jalan justru dialokasikan menjadi lebih besar. Sehingga, jika pandemi berakhir, maka formatnya akan kembali seperti rencana awal yaitu lebih banyak ke pelatihan.

“Ini karena semua menghadapi situasi sulit. Maka pembekalannya sedikit berkurang, tapi logistiknya diberikan lebih banyak. Nah kalau pandemi selesai, maka kembali ke awalnya yang tadi,” jelasnya.

Meskipun demikian, kata Moeldoko, ada atau tidaknya wabah pandemi, tujuan program Kartu Prakerja tetap tak berubah. Yaitu menyiapkan sumber daya manusia di Indonesia menjadi berkualitas.

Apalagi, Moeldoko menambahkan, dengan adanya UU Cipta Kerja maka akan ada banyak investasi yang banyak menciptakan lapangan kerja. Dengan program Kartu Prakerja sumber daya manusia Indonesia diharapkan siap mengisi setiap kesempatan kerja yang dibuka.

“Maka tadi orang kita akan siap, karena disiapkan sejak awal. Jadi kita sudah siapkan nih tenaganya, nggak perlu dari luar lagi,” tutupnya.(jpg)