batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
(Disdukcapil) Batam mendapatkan 40 ribu keping blangko e-KTP dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ribuan blangko tersebut sudah disebar ke sembilan kecamatan yang ada di mainland atau perkotaan. Karena itu, pencetakan e-KTP yang tertunda akan segera diselesaikan.

“Alhamdulillah, minggu lalu kita dikasih lagi tambahan blangko. Jadi, semua yang menumpuk saat ini, sudah mulai dicetak. Warga yang sudah merekam dan memiliki bukti perekaman, silakan datang ke kecamatan jika e-KTP belum tercetak,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Heryanto Joesoef, Rabu (25/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengungkapkan, tidak ada lagi pencetakan e-KTP yang terkendala. Menurutnya, 40 ribu adalah jumlah yang cukup banyak.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk yang sudah merekam namun belum menerima e-KTP, untuk datang ke kantor kecamatan untuk mengecek.

“Saya pastikan semua tidak ada masalah, jadi kalau ada yang sudah rekam setahun dan tak jadi-jadi KTP-nya, langsung datang saja ke kantor camat,” tambahnya.

Mantan Camat Nongsa ini mengaku, sekarang masih ada 14 ribu keping e-KTP yang belum diambil pemiliknya, padahal sudah selesai dicetak.

Hal ini menjadi alasan Disdukcapil lebih berhati-hati dalam mencetak e-KTP.

“Padahal yang butuh cepat banyak. Namun, masih ada juga yang tak ambil e-KTP. Makanya kami imbau kalau ada yang sudah rekam tapi belum tercetak, lapor saja, biar diproses,” tegasnya.

Selain itu, Disdukcapil Batam juga berhasil melakukan perekaman bagi pemula di atas target nasional. Untuk usia pemula, mulai dari 16 tahun 11 bulan 28 hari sudah dilakukan perekaman.

Pihaknya masih melanjutkan program perekaman ke sekolah sebagai upaya jemput bola, untuk menggapai perekaman pemula ini.

“Di webinar disebutkan, Batam salah satu kota terbaik yang melakukan perekaman. Total capaian 107 persen. Angka ini melebihi target nasional yakni 85 persen,” ujarnya.

Capaian ini, lanjutnya, tidak lepas dari upaya jemput bola yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Tim menjangkau perekaman pemula ke sekolah yang mengajukan perekaman.

Mereka cukup membawa Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP. Bagi yang sudah selesai dicetak, juga diantarkan ke sekolah untuk memudahkan siswa.

”Jadi, pemilih pemula sudah bisa menggunakan hak pilihnya di pilkada mendatang. Karena capaian kita sudah sangat bagus. Jumlahnya saya tak hafal, tapi cukup banyaklah,” imbuhnya.

Anita, warga Batu Ampar mengaku gembira dengan masuknya blangko e-KTP tersebut.

Pasalnya, ia mengaku tak kunjung mendapatkan e-KTP, padahal sudah mengajukans ekitar tiga bulan.

“Waktu itu dibantu sama saudara, katanya biar cepat, tapi sampai sekarang belum jadi juga,” katanya.(jpg)