batampos.co.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite di Kota Batam masih terus terjadi dan mendapatkan perhatian khusus dari DPRD Kota Batam,

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Edward Brando, mengatakan, Pertamina harusnya lebih transparansi dan tidak boleh menutupi informasi terkait kelangkaan kedua jenis BBM tersebut.

“Ini kan menyangkut hajat orang banyak, jadi akan membangun keresahan masyarakat,”, ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Ia menambahkan, apabila ada pengurangan kuota BBM jenis premium Pertamina harusnya memberikan informasi tersebut kepada masyarakat.

“Andai Premium ditiadakan, terus Pertalitenya kemana. Sementara itu saat ini kedua jenis BBM tersebut masih langka,” ujarnya.

Menurut Edward, kelangkaan BBM hanya terjadi di Kota Batam. Sementara di daerah lainnya tidak ada gejolak terkait hal tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Batam Edward Brando. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Nah, sekarang di Batam terjadi kelangkaan. Ada indikasi jatah BBM untuk bulan ini sudah disedot untuk bulan-bulan sebelumnya,” kata dia.

Edward menyampaikan, Kota Batam ini merupakan daerah industri dan mayoritas penduduknya adalah pekerja.

“Seandainya para pekerja tidak bisa berangkat bekerja disebabkan sedang mengantre untuk mendapatkan BBM di SPBU, otomatis akan mengganggu kinerjanya di perusahaan tempat dia bekerja,” tuturnya.

“Batam ini vital karena daerah industri. BBM itu sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau seperti ini terus, sama saja menjadi teroris ekonomi,” katanya lagi.

Kata dia, jika para pekerja terlambat tiba ditempatnya bekerja, dipastikan produksi akan terganggu.

“Kalau produksi terganggu menyebabkan perusahaan-perusahaan akan melockdown perusahaannya. Akhirnya itu akan menjadi alasan mereka untuk meninggalkan investasinya di Batam,” ucapnya.

Pihaknya juga akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan BBM tersebut.

“Kita akan panggil Pertamina dan Disperindag Batam, untuk mengetahui penyebab kelangkaan BBM di seluruh Kota Batam,” jelasnya.(nto)