batampos.co.id – Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center sempat ramai di masa pandemi
Covid-19.

Jumlah penumpang tercatat 247 orang, jauh meningkat jika dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

”Beberapa hari lalu penumpang sempat 247 orang, cukup ramai. Namun, itu belum ada apa-apanya dibanding sebelum pandemi, jumlah penumpang sehari paling rendah 5.000 orang,” ujar Manager Operasional Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Tapi, jika dilihat dari data penumpang sejak pandemi, jumlah penumpang jauh meningkat.

Dimana, sebulan lalu, penumpang yang berangkat mulai da ri 2 orang.

”Kadang 4, kadang 2 orang. Kadang juga ada (kapal) be rangkat kosong,” terang Nika.

Untuk total kapal berangkat dari Batam tujuan Singapura, ada 2 kapal.

Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Begitu juga dengan kapal yang datang. Sedangkan kapal tujuan Malaysia atau sebaliknya, tidak berangkat setiap hari, dikarenakan jumlah penumpang yang semakin sedikit.

”Untuk kapal ke Malaysia memang tak se tiap hari, kapal yang berangkat juga melihat tanggal ganjil dan genap,” ungkap Nika.

Menurut Nika, kapal tujuan Singapura rata-rata diisi pekerja dari Indonesia. Syarat pekerja bisa berangkat juga harus memiliki permit, visa dan PCR.

Tak hanya itu, setiap penumpang juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Mulai dari mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

”Setiap pekerja harus memiliki visa, jadi baru bisa berangkat. Kalau penumpang TCA atau RGL memang khusus, mereka ada surat resmi dari perusahaan,” imbuh Nika.

Sementara itu, Polsek Kawasan Pelabuhan terus mengimbau  masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut, untuk mematuhi protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru.

Kapolsek KKP Batam, AKP Budi Hartono, mengatakan, imbauan ini dilaksanakan rutin di seputaran pelabuhan yang ada di Batam.

Tujuannya, menyosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkumpul.

”Dengan menggunakan alat pengeras suara, personel KKP  berpartroli di seputaran wilayah pelabuhan di Batam,” ujar Budi, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, KKP Batam juga menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta menjaga kebersihan lingkungan.

Sosialisasi di pelabuhan ini, lanjut Budi, akan terus dilakukan sampai masa tanggap darurat berakhir, menyusul semakin bertambahnya warga di Kota Batam yang terinfeksi Covid-19.

”Ini juga sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta langkah preventif terhadap potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya.(jpg)