batampos.co.id – Aktivitas produksi sepatu di PT King Safety Wear (KSW) by Honeywell di kawasan industri Latrade, Tanjung Uncang, sudah berhenti total, Rabu (25/11/2020).

Perusahaan asal Amerika ini sebelumnya mengumunkan kepada karyawan mulai tutup, Selasa (24/11/2020).

Sebanyak 430 karyawan sudah tak masuk kerja lagi. Mereka sudah resmi dirumahkan setelah manajemen perusahaan mengeluarkan pengumuman penutupan tersebut.

Kini, mereka menanti janji pihak manajemen untuk menyelesaikan hak-hak mereka sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

”Karyawan yang bergabung dalam serikat pekerja sudah tanda tangan semua. Manajemen berjanji akan memenuhi hak karyawan sesuai undang-undang yang berlaku, paling lambat tanggal 21 Desember,” ujar Ketua Tekstil Sandang Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (TSK SPSI) PT KSW by Honeywell, Jos Sudaraso, Rabu (25/11/2020) seperti yang di Harian Batam Pos.

Pabrik PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell di Kawasan Industri Latrade, Tanjung Uncang, Batu Aji, Selasa (24/11/2020). Foto: Jos Sudaraso untuk Batam Pos

Dikatakan Jos, pasca penyampaian penutupan produksi perusahaan, manajemen memang melarang karyawan untuk berada di lokasi perusahaan.

Namun, mereka tak menuruti begitu saja sebab hak mereka belum dipenuhi.

Mereka mengaku siap pergi jika perusahaan sudah menyelesaikan hak mereka.

”Tadi pagi banyak yang datang ke PT (perusahaan), tapi sudah tak diperbolehkan masuk. Tak apa, asalkan kita tetap awasi sampai hak-hak semua karyawan terpenuhi,” ujarnya.

Sementara manajemen PT KSW by Honeywell, belum memberikan keterangan apapun terkait penghentian aktivitas produksi di perusahaan tersebut.

Awak media yang mencoba mengonfirmasi, belum bisa tembus sampai ke pihak manajemen sebab dilarang masuk di gerbang masuk perusahaan.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam membenarkan tutupnya perusahaan PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell.

”Setelah dikonfirmasi ke HRD perusahaan, memang terhitung
Selasa mereka sudah tutup,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti.

Rudi menyebutkan, perusahaan itu sudah berkoordinasi dengan Disnaker terkait pembayaran dan hak-hak karyawannya.

”Mereka sudah bersepakat dengan karyawan tentang pembayaran hak-hak karyawan,” ungkap Rudi.(jpg)