batampos.co.id – Pemudik Natal dan Tahun Baru (Nataru)
yang melintas lewat Bandara Internasional Hang Nadim, diprediksi akan berada di kisaran 4.200 orang per hari.

Jumlah itu memang tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya yang
mencapai lima ribu lebih.

Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi, Suwarso, menyebut, salah satu penyebab jumlah pemudik tak sebanyak sebelumnya lantaran masih diterapkanya syarat rapid test bagi yang akan bepergian.

Sehingga, beberapa orang pilih mengurungkan niatnya untuk berlibur atau mudik.

Selain itu, maskapai masih meminimalisir jumlah penerbangan ke beberapa daerah.

”Penerbangan belum maksimal, masih melihat-lihat animo masyarakat,” katanya, Kamis (26/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Suwarso mengatakan, masih belum ada informasi penambahan penerbangan (extra flight).

Ilustrasi. Petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam memeriksa suhu tubuh penumpang di pintu keberangkatan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Malahan, yang terjadi adalah pengurangan jumlah penerbangan. Ada beberapa maskapai yang mengurangi jumlah penerbangan ke beberapa daerah.

”Saya sudah kumpulkan para maskapai, hingga saat ini belum ada (penambahan penerbangan),” ungkapnya.

Pada mudik Nataru 2019, ada beberapa daerah yang jadi tujuan favorit calon pemudik maupun warga yang akan bepergian pada umumnya, yakni ke Medan, Pekan Baru, Pontianak, Jakarta dan Surabaya.

Suwarso mengatakan, rute-rute ini termasuk sedikit jumlah penerbangannya. Ia mengatakan, untuk rute Batam ke Medan, ada 3 penerbangan, ke Pekanbaru ada 2 penerbangan, Pontianak 1 penerbangan, Jakarta ada 8 penerbangan dan Surabaya 2 penerbangan.

”Garuda berencana melayani rute Batam ke Surabaya, katanya awal Desember melayani ke rute ini,” ucapnya.

Terkait rute Batam ke Surabaya, Suwarso, mengaku sering dimanfaatkan untuk transit bagi masyarakat yang akan berlibur ke Bali.

”Biasa begitu, karena tidak ada rute langsung dari Batam ke Bali,” ungkapnya.

Kepada masyarakat yang berlibur atau mudik Natal, agar selalu memastikan jadwal penerbangan. Lalu, berangkat 3 jam sebelum keberangkatan.

”Selalu patuhi protokol kesehatan yang ada,” pungkasnya.(jpg)