batampos.co.id – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur, Bahtiar Baharudin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas dalam koordinasi kesiapan Pilkada serentak 2020 dan Penanganan Covid -19.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Bahtiar Baharudin, menyinggung potensi kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Terkait potensi laut, masalah utama Kepri hari ini yakni 96 persen laut, namun Anggaran Pendapatan Daerah (PAD) nya bersembunyi hanya dari daratan,” ucap Bahtiar Baharudin, di Tarempa, Sabtu (28/11/2020).

Kata dia, Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp 1,3 triliun namun laut itu hanya, 3,8 persen saja.

“96,2 persen kontribusi PAD kita itu dari daratan, kan aneh, wilayahnya laut tapi besaran PAD-nya dari daratan,” jelasnya.

Pjs Gubernur, Bahtiar Baharudin, saat mengunjungi Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia mengusulkan agar Anambas bisa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Foto: Fadillah/batampos.co.id

Karena itu, ia berharap agar luasnya lautan di Kepri dapat menjadi sumber PAD.

“Maka, uang dari PAD kita harus diinvestasikan untuk mendukung ekonomi masyarakat. Bentuknya padat karya,” kata dia.

Dirinya berharap agar seluruh pulau -pulau di Kepulauan Riau didorong untuk ditanam pohon kelapa.

“Misalnya kita tanam pohon kelapa di 1000 pulau saja, kita bisa menghasilkan 1 miliar butir buah kelapa, jika buah kelapa itu dijual 1 butir seharga Rp 1 ribu, maka pendapatan hasil dapat mencapai Rp 1 triliun, hanya dengan penghasilan buah kelapa saja setiap bulannya,” terangnya.

Khusus untuk di Kabupaten Kepulauan Anambas, dirinya memberikan masukan untuk daerah ini dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sebab kawasan daerah ini memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis.

Pengembangan KEK bertujuan untuk mempercepat perkembangan daerah dan sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi.

“Baik itu industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.(fai)