batampos.co.id – Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 sedikit berbeda dengan tahun lalu. Salah satunya, sekolah tidak lagi mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) seluruh siswa. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengambil dari data pokok pendidikan (dapodik) untuk menentukan kuota tiap-tiap sekolah.

Ketua LTMPT Prof Mohammad Nasih menyatakan, LTMPT akan me-launching kebijakan dan peraturan baru SNMPTN pada 4 Januari. ”Tahun lalu pendaftaran SNMPTN tahapannya sekolah harus menginput seluruh siswa ke PDSS. Tahun depan, bocorannya, sekolah tidak perlu menginput seluruh siswa ke dalam PDSS,” katanya.

Nasih menjelaskan, LTMPT akan menggunakan data yang ada di dapodik dan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) untuk menentukan jumlah siswa yang eligible tiap-tiap sekolah/madrasah. Jadi, nanti tiap sekolah akan mendapatkan jumlah kuota siswa yang bisa mendaftar SNMPTN.

”Kemudian, sekolah tinggal menginput nama siswa yang eligible sesuai dengan kuota yang diterima,” ujarnya.

Dengan begitu, sekolah memiliki kewenangan untuk menentukan siapa saja siswa yang berhak mendaftar SNMPTN sesuai dengan kuota yang tersedia di sekolah. Contohnya, SMAN 1 memiliki kuota 50 orang. Maka, sekolah hanya menginput 50 siswa dengan pemeringkatan terbaik di sekolahnya.

”Yang menentukan siswa yang eligible sekolah sendiri. Jadi, hal itu sangat penting untuk kesesuaian data di sekolah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” jelasnya.

Sementara itu, LTMPT merilis sekolah-sekolah terbaik dengan nilai rata-rata tes potensi skolastik (TPS) UTBK 2020 Sabtu (28/11). Data sekolah dengan nilai rata-rata TPS terbaik itu juga diumumkan melalui laman resmi LTMPT.

”Data sekolah dengan nilai rata-rata UTBK terbaik tersebut dapat digunakan untuk melihat kemampuan siswa masing-masing sekolah,” kata dia.

Nasih menambahkan, data tersebut dapat dimanfaatkan sekolah untuk pengambilan program studi (prodi) siswa ke depan. Sementara bagi PTN digunakan sebagai indikator indeks sekolah untuk tujuan penentuan daya tampung.

Nasih menjelaskan, pelaksanaan UTBK tahun depan mungkin akan sama dengan tahun sebelumnya. Saat ini LTMPT masih menggodok sistem pelaksanaan UTBK 2021. Rencananya, lanjut dia, jenis tes pada UTBK tahun depan bukan hanya TPS, tetapi akan ditambah tes kompetensi akademik (TKA).

”TKA adalah faktor yang cukup signifikan untuk mengukur kemampuan keilmuan siswa. Sementara TPS untuk mengetahui kemampuan berpikir dan general,” jelas dia.(jpg)