batampos.co.id – Untuk meningkatkan koordinasi BPJS Kesehatan dengan para pihak yang terlibat dalam proses distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), BPJS Kesehatan menyelenggarakan monitoring distribusi KIS pada Jumát (20/11/2020) dengan mengundang Kader JKN, perwakilan kecamatan, dan ekspedisi yang bekerjasama.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Batam, Maucensia Septrina, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan banyak pihak untuk melakukan distribusi KIS bagi peserta PBI yang ada di Kota Batam dan Karimun.

Tidak hanya dengan ekspedisi, ia mengatakan bahwa KIS juga didistribusikan oleh Kader JKN, dan kecamatan.

“Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh para pihak dalam melakukan pendistribusian. Oleh karena itu, hari ini kami mengundang berbagai pihak dalam kegiatan monitoring ini agar kami dapat menyampaikan evaluasi sehingga kedepannya distribusi dapat terlaksana lebih baik lagi,” kata Maucensia.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh para pihak terutama ekspedisi. Pertama, alamat peserta yang tercantum di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak lengkap.

BPJS Kesehatan menyelenggarakan monitoring distribusi KIS pada Jumát (20/11/2020) dengan mengundang Kader JKN, perwakilan kecamatan, dan ekspedisi yang bekerjasama. Foto: BPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

Atau lengkap namun peserta yang bersangkutan sudah pindah ke alamat baru. Selain itu, yang menjadi kendala dalam distribusi KIS peserta PBI adalah ketika nama yang tercantum adalah nama anak.

Sedangkan nama dari kepala keluarga tidak diketahui, sehingga mempersulit para pihak untuk mengirimkan KIS sampai ke tujuan.

“Misalnya alamat peserta cuma ditulis Batam Centre saja. Sementara Batam Centre itu luas sekali. Di sini kami memberikan solusi kepada ekspedisi untuk menghubungi peserta dengan nomor telepon yang tersedia di DTKS,” kata Maucensia.

Dengan monitoring ini Maucensia mengharap pihaknya dapat menjawab segala kebutuhan dan kendala yang dihadapi oleh para pihak yang menyelenggarakan distribusi KIS. Sehingga setiap peserta PBI yang berhak dapat memanfaatkan kartunya dengan segera.

Helpi, salah satu Kader JKN yang melakukan distribusi KIS di Kecamatan Sagulung tepatnya di Kelurahan Sungai Pelunggut dan Sagulung Kota, mengatakan, melakukan distribusi dengan bermodalkan alamat yang tidak lengkap itu sulit. Ditambah lagi tidak ada nomor handphone yang bisa dihubungi.

“Banyak pemekaran di alamat tujuan, peserta tidak di tempat dan seringkali tidak tercantum nomor telepon sehingga sulit memberikan informasi kepada yang bersangkutan,” kata Helpi.

Kader JKN daerah Sagulung ini mengatakan, untuk mengatasinya ia bertanya kepada RT dan RW setempat bahkan ke kantor lurah.

Kadang ia pun bertanya kepada ibu-ibu di posyandu agar KIS yang didistribusikan sampai ke tujuan.(*)