batam pos.co.id – Jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Batam yang tercatat oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam pada tahun 2020 menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ini berdasarkan jumlah pemohon kartu kuning atau surat kerja. Berdasarkan data Disnaker Batam, dari Januari hingga September 2020, ada 26.307 orang pencaker di Kota Batam.

Rinciannya, 12.135 orang pencaker laki-laki dan 14.172 pencaker perempuan.

Kepala Bidang Penempatan Disnaker Kota Batam, Hendri, menyebutkan, dari jumlah ini, sebanyak 18.712 orang di antaranya telah ada penempatan atau mendapat pekerjaan.

Sedangkan jumlah lowongan yakni 22.234. Sementara itu Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Syakirty, menyebutkan, menurunnya jumlah pencaker ini diakibatkan terbatasnya perusahaan yang membuka lowongan kerja hingga akhir tahun 2020 ini.

Puluhan pencari kerja menanti info lowongan pekerjaan di sepanjang kawasan industri Cammo Batam Centre. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

”Memang lagi sepi, belum banyak loker yang buka. Orang kan ngurus kartu kuning buat lamaran pekerjaan,” ujarnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kata Kadisnaker, sejak covid-19 melanda banyak permasalahan
industri yang terjadi di Batam.

Mulai dari industri kecil hingga besar, mulai dari manufaktur hingga parawisata. Hal ini juga berimbas pada terbatasnya
pembukaan lowongan kerja.

”Salah satunya itu, hampir semua perusahaan terkena imbasnya,” tutur Rudi.

Di kantor Disnaker Batam, hanya beberapa orang saja yang datang membuat kartu kuning. Sebagian besar mereka belum bekerja atau belum lulus dari sekolah.

”Baru tamat sekolah tahun ini. Saya merantau dari Jawa Timur
ke Batam ikut kakak, mana tau ada kerja di sini,” kata Ayu.

Faisal, petugas layanan pembuatan kartu pencaker mengatakan, sudah hampir sepekan warga yang membuat kartu kuning di kisaran 30 hingga 40 orang.

”Paling 30 hingga 40 orang, kalau sebelumnya bisa hingga 90 orang,” ucapnya.(jpg)