batampos.co.id – Di Hari AIDS sedunia tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat pengidap HIV/AIDS di daerah ini mencapai 44 orang. Diantaranya 24 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Penambahan kasus positif HIV/AIDS itu, terdata dari kasus kumulatif pada tahun 2017-2020,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Anambas, Baban Subhan, Selasa (1/12/2020)

Lanjut dia mengutarakan, adapun sejumlah 24 orang meninggal tersebut, masing-masing laki-laki 11 orang dan perempuan 13 orang.

Pasien yang masih aktif dalam pengobatan ARV 6 orang, diantaranya 1 orang pindah berobat. Jadi jumlah pasien dalam perawatan ARV sebanyak 5 orang di daerah ini.

Baban Subhan, mengatakan sampai saat ini pihaknya baru memiliki satu layanan VCT yang berada di Tarempa. Selain layanan klinik VCT, pihaknya juga melakukan dengan menawarkan tes HIV atas inisiatif petugas kesehatan (TIPK) kepada ibu hamil, pasien TB dan Hepatitis B atau C, pasien IMS dan pasangan ODHA.

“Peran kesadaran diri sangat penting menekan angka penularan HIV/AIDS,” sebutnya.

Harapannya, kedepan tetap dilakukan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat pentingnya pengetahuan HIV dan pencegahan dari penularan HIV dan melakukan tes deteksi dini agar cepat mendapatkan perawatan obat ARV.

Seperti diketahui di Kabupaten Kepulauan Anambas, memiliki 10 Kecamatan, serta memiliki 3 pulau besar yakni Kecamatan Siantan, Palmatak dan Jemaja. Dengan jumlah penduduk 47 ribu jiwa. Sementara kasus HIV/AIDS yang baru terungkap 44. Ada kekhawatiran lebih tinggi kasus yang belum terungkap.(fai)