batampos.co.id – Pengejaran terhadap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus dilakukan. Pengejaran dipusatkan di pegunungan di wilayah Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Sulitnya medan pengejaran menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi aparat gabungan.

“Hambatannya masalah penguasaan medan, medannya cukup luas, penggunungan, hutan lebat. Para DPO sangat menguasai medan karena memang mereka sehari-hari di situ,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Didik Supranoto saat dikonfirmasi, Rabu (2/12).

Selain itu, tidak adanya jaringan seluler di medan pencarian juga turut menghambat pengejaran. Kendati demikian, aparat dipastikan tetap melakukan pengejaran, dengan skenario-skenario yang telah disiapkan.

“Satgas Tinombala selalu melakukan Anev (analisa dan evaluasi) rutin, sehingga mempunyai cara-cara atau strategi untuk pemecahannya,” jelasnya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menambahkan, wilayah pengejaran berada di pegunungan dengan ketinggian 2.500 MDPL. Selain itu, pegunungan tersebut juga memiliki luas wilayah yang besar. Sehingga membutuhkan waktu untuk bisa menemukan para DPO.

Dalam pengejaran tersebut, Polri telah mengerahkan Satgas Tinombala, Densus 88 Antiteror Polri, Satbrimob Polda Sulawesi Tengah, dan dibantu TNI.

“Bahkan ada informasi tambahan dari TNI AD dan Marinir Angkatan Laut sebanyak 30 orang baru tiba digeser dari Poso. Tentunya kami juga akan menunggu update informasi tambahan dari Jakarta,” pungkas Awi.

Sebelumnya, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora diduga telah melakukan pembantaian terhadap satu keluarga di Pegunungan Kebun, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/11) sekitar pukul 13.00 WITA. Empat orang dinyatakan tewas dalam peristiwa sadis tersebut.(jpg)