batampos.co.id – Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Kepri, Kombes Gieuseppe Reinhard Gultom mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di laut.

Karena akan memasuki musim angin utara yang mengakibatkan
gelombang tinggi.

”Hati-hati cuaca ekstrem,” katanya, Selasa (1/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Reinhard menyiapkan satu tim reaksi cepat. Tim ini selalu siaga 24 jam menerima laporan masyarakat yang meminta pertolongan.

”Sudah ada Tim SAR. Mereka selalu siap, begitu ada laporan masyarakat,” ucapnya.

Laporan itu, kata Reinhard dapat dikirimkan dirinya maupun pejabat Ditpolairud yang lain.

Masyarakat juga dapat mengirimkan laporan melalui aplikasi Go Polairud. Di aplikasi ini masyarakat dapat mengirimkan berbagai pengaduan, mulai tindak pidana hingga kapal tenggelam.

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Gieuseppe Reinhard Gultom. Foto: Humas Polda Kepri

Melalui aplikasi ini, bantuan Polairud juga lebih cepat.

”Di ap likasi ini bisa membuat laporan atau meminta pertolongan. Aplikasi ini dapat di download melalui Play Store,” ucapnya.

Selain itu, Reinhard mengaku sudah menyebar informan. Para nelayan diminta selalu memberikan laporan, baik tindak pidana atau kejadian kapal tenggelam.

”Di semua tempat kami punya kaki (informan), Anambas dan Lingga juga ada. Dari mereka ini kami juga dapat informasi,” ucapnya.

Richard mengatakan jajarannya akan meningkatkan patroli demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Patroli ini akan dilakukan di beberapa daerah rawan kecelakaan laut maupun penyelundupan.

Selain mengantisipasi kejadian di wilayah laut. Reinhard meminta masyarakat juga mengantisipasi hal-hal yang terjadi di daratan.

Ia menyoroti kejadian beberapa anak meninggal, akibat terseret arus di gorong-gorong.

”Cuaca tak menentu, intensitas hujan meningkat. Tentunya membuat kita harus berhati-hati. Orangtua jangan hanya fokus pa da memasak atau bekerja, perhatikan anaknya sedang di mana,” ungkapnya.(jpg)