batampos.co.id – Penutup saluran (manhole) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai, kembali dicuri. Tak tanggung-tanggung, kali ini yang lesap digondol maling sebanyak 90 penutup saluran IPAL.

Padahal, satu penutup yang terbuat dari besi itu memiliki berat
sekitar 20 kilogram (kg).

”Pelakunya harus ditangkap, karena mengambil aset negara, merusak fasilitas umum dan membahayakan pengguna jalan,” kata Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, Kamis (3/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Lokasi manhole yang paling banyak dicuri berada di wilayah
Batam Kota.

”Seperti di tepi jalan depan Perumahan Greenland, samping Hotel Harmoni One, BCM, seberang Anggrek Mas 3, dan area lainnya,” sebutnya.

Iyus kelihatan sangat geram dengan ulah maling manhole kali ini. Sebelumnya, tahun lalu sekitar 50 manhole ini digondol oleh maling.

Setelah kemalingan, BP Batam kemudian mengubah desain manhole, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

”Penutup manhole didesain ulang menggunakan engsel, ada penguncinya, alhamdulillah aman,” katanya.

Namun, untuk penutup yang dicuri ini, kondisinya berbeda.

”Kalau yang dicuri sekarang ini, dulunya sudah terlanjur dipasang, jadi belum sempat dipasang engsel, terus dicuri,” paparnya.

Kasus ini baru ketahuan, Senin (30/11/2020) kemarin. BP Batam sudah melaporkannya ke polisi, dan berharap pelaku segera ditangkap.

”Pernah sekali, pencuri pelat besi milik subcon yang mengerjakan IPAL ditangkap tengah malam dan diserahkan ke polisi,” tuturnya.(jpg)