batampos.co.id – Kapolsek Bengkong, AKP Yuhendri, mengatakan akan menyelidiki kasus pencurian penutup saluran (manhole) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai.

Ia menegaskan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Akan kita selidiki. Tapi sampai sekarang, kita belum menerima laporan polisi (LP),” ujar Yuhendri, Jumat (4/12/2020) seperti yang beritakan Harian Batam Pos.

Informasi dari BP Batam, ada 90 penutup manhole yang raib.
Padahal, satu penutup yang terbuat dari besi itu, beratnya sekitar 20 kilogram.

“Langsung saja lapor ke Polsek, dan langsung kita selidiki. Laporan itu nanti akan diketahui apa saja yang hilang, ada inventarisnya,” kata Yuhendri.

Yuhendri mengaku, akan menghukum berat para pelaku tersebut. Sebab, pencurian itu dilakukan terhadap aset negara, dan merusak fasilitas umum.

“Itu pelaku sudah mencuri aset negara. Ya kita imbau BP Batam membuat laporan dulu,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Marganda Pandapotan.

Ia mengaku, pihak BP Batam hanya melaporkan hal tersebut kepada polisi dengan surat disposisi pada tahun 2018.

“Salahnya itu (disposisi), dan itu dari Kapolsek terdahulu. Jadi kita sarankan untuk membuat laporan polisi, karena LP itu ada hukumnya dan teregistrasi,” katanya.

Marganda menegaskan, setelah adanya LP, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berjanji menangkap pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, penutup IPAL kembali dicuri. Tak tanggung-tanggung, kali ini yang lesap digondol maling sebanyak 90 penutup saluran IPAL, sebagian di antaranya berada di depan Perumahan Greenland, Batam Center.(jpg)