batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau progres pembangunan Taman Dang Anom yang berada di samping flyover Laluan Madani, Senin (7/12/2020) malam.
Orang nomor satu dan dua di Kota Batam itupun menyempatkan diri untuk berswafoto di depan frame dengan hiasan sayap burung garuda.
Frame itu menjadi salah satu spot foto di taman yang berada di Jalan Sudirman.
Dengan berhias sayap burung garuda, pengunjung akan terlihat hendak terbang dan dipercantik warna-warni dari lampu hias.
Dari sisi ini juga para pengunjung akan mendapat latar belakang Laluan Madani, Lampu Payung, dan Menara Hias.
Spot itu tidak hanya menjadi incaran Wali Kota Batam dan Wakil Wali kota Batam, tapi juga pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.
Salah satunya, Dwi Adelia. Setelah melihat hasil jepretannya, Ia bahkan langsung mengunggah momen tersebut di akun media sosial miliknnya.
“Ini cantik, instagramable banget,” puji Dwi, sambil menggeser layar ponsel dengan telunjuknya.
Dwi bersama temannya pun bergegas mencari spot lain untuk diabadikan melalui kamera ponselnya.
Usai puas menikmati dan mengabadikan momen baru itu, Dwi pun mengapresiasi langkah Pemko Batam yang terus mempercantik Batam.

“Makin banyak tempat bersantai menikmati keindahan malam Kota Batam,” ujar remaja 19 tahun itu.
Di sisi lain, Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam masih terus meninjau semua fasilitas yang ada di taman tersebut.
Rudi mengatakan, pembangunan taman tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercantik Batam dan memberikan fasilitas bagi warga Batam untuk berwisata.
“Pembangunan Batam terus dilakukan, sejumlah taman sudah kita bangun untuk memperkuat Batam sebagai kota wisata,” ujarnya.
Kata dia, penamaan taman tersebut diambil dari nama pahlawan Melayu.
“Ini (pembangun,red) masih tahap awal. Pembangunan taman ini akan terus dilanjutkan hingga Simpang Kepri Mall,” jelasnya.
Kata dia, pembangunan taman tersebut bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate sosial responsibility /CSR).
“Kalau ada CSR, langsung kita bangun untuk kepentingan masyarakat Batam,” paparnya.

Karena bersumber CSR lanjutnya, pembangunan taman itu dilakukan secara bertahap.
Ia berharap, sejumlah perusahaan di Batam mau menyalurkan dana CSR demi pembangunan daerah dan bisa dinikmati semua masyarakat Batam.
“Masih terus kita kumpulkan, semoga pembangunan taman ini segera rampung,” ujarnya.
Rudi mengungkapkan, pembangunan yang ada saat ini sebagai upaya Batam menyambut wisatawan.
Ia juga berharap, masalah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) segera berakhir dan wisatawan bisa datang dan menikmati keindahan Batam.
“Kita juga bangun jalan lima lajur sebagai akses terpenting untuk membuat wisatawan dan masyarakat Batam nyaman,” kata Rudi.
Di lokasi sama, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan, taman tersebut menjadi ikon baru Kota Batam.
Di taman itu, berdiri kokoh menara hias setinggi 11 meter, kemudian payung hias serta fasilitas penunjang lain.
Ia mengatakan, dengan adanya taman tersebut, sedikitnya ada tiga manfaat yang didapatkan.
Yakni menambah estetika kota, berimplikasi pada upaya peningkatan kepariwisataan, dan menambah ruang publik bagi masyarakat.
“Berbanggala dengan Batam kini. Batam yang terus berbenah agar memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Lokasi pembangunan taman lanjutnya sangat strategis. Karena berada di salah satu laluan utama yang menghubungkan sejumlah wilayah Batam dan juga akses dari bandara ke pusat bisnis, Nagoya.
“Jalur ini salah satu jalur utama. Taman ini akan menjadi daya tarik turis yang datang ke Batam, ” ujarnya.(*/esa)
