batampos.co.id – Dua pengunjung hotel terlihat turun dari kendaraan yang membawanya dan langsung menuju pintu masuk. Namun langkah keduanya terhenti saat hendak memasuki lobby hotel.

Meski sudah menggunakan masker, keduanya tetap diminta untuk menjaga jarak dan diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan di hotel tersebut. Salah satunya pengukuran suhu tubuh.

“Selamat siang pak, boleh berdiri di sini,” ujar petugas keamanan hotel sembari mengulurkan alat pengukur suhu tubuh atau yang biasa disebut thermo gun.

Dalam hitungan detik suhu tubuh tamu hotel itupun langsung ketahuan. Kedua tamu hotel itupun diperbolehkan masuk ke dalam hotel karena suhu tubuhnya masih normal.

Namun lagi-lagi langkah keduanya harus terhenti. Sang petugas keamanan kembali mengarahkan mereka ke sisi kirinya.

“Silahkan cuci tangan dulu pak,” katanya sembari menunjukan wastafel yang dilengkapi sabun pencuci tangan di sisi kirinya

Penerapan protokol kesehatan ketat itu terlihat di GRAND’s i Hotel.

“Kita memang menerapkan prokol kesehatan yang ketat di masa pandemi ini. Seluruh karyawan kita juga diwajibkan untuk rapid test, menggunakan masker dan face shield (pelindung wajah,red),” ujar Asisten Manager GRAND’s i Hotel Batam, Andrew, Senin (30/11/2020).

Kata dia, imbauan terkait protokol kesehatan juga dipasangkan di beberapa titik di dalam hotel dengan menggunakan standing banner (spanduk berdiri).

Bahkan di dalam pengumuman itu tertulis jelas agar pengunjung atau tamu hotel untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu jika dalam kondisi kurang sehat atau sakit.

“Ini kita lakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung, tamu hotel dan karyawan kami,” jelasnya.

Andrew menjelaskan, tamu hotel yang akan menginap diwajibkan untuk membawa dan memperlihatkan hasil rapid test (tes cepat) bebas dari Corona Virus Disease-19 (Covid-19) kepada petugas check in.

Bahkan lanjutnya sebelum datang ke hotel calon tamu diharusnya untuk mengirimkan fotokopi atau scan KTP dan sura rapid test melalui pesan singkat WhatsApp.

Ini kata dia, agar proses saat mendaftar di resepsionis menjadi lebih singkat. Bahkan lanjutnya para tamu diimbau untuk memencet tombol-tombol di lift dengan menggunakan kunci kamar yang berbentuk kartu.

Pihaknya juga memberikan jarak berdiri antara pengunjung di dalam lift dan hanya diperbolehkan dua orang saja.

Seorang petugas keamanan GRANDS’s i hotel mengecek suhu tubuh tamu yang akan menginap di hotel tersebut. Foto: GRAND’s i hotel untuk batampos.co.id

“Kita juga menyediakan hand sanitizer (pensanitasi tangan,red) di setiap ruang publik dan kamar hotel,” tuturnya.

Pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kamar dan ruang publik di lingkungan hotel. Seperti lobby serta restauran setiap dua minggu sekali.

Menurutnya penerapan Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) and Environmental Sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHSE dilingkungan hotel sangat diwajibkan.

Meski lanjutnya, manajemen harus mengeluarkan biaya lebih yang biasanya tidak ada. Pasalnya kata Andrew, penerapa CHSE dapat memberikan kepastian terkait keamanan dan kenyamanan para tamu saat menginap saat pandemi Covid-19.

“Bagi kami keamanan dan kenyamanan tamu itu nomor satu. Jadi, meski ada biaya yang harus dikeluarkan kami merasa itu adalah kewajiban kami tidak hanya untuk melindungi tamu tapi juga karyawan kami,” tuturnya.

Menurutnya seluruh karyawan GRAND’s i hotel juga diwajibkan untuk melakukan tes cepat. Terakhir kata dia, tes dilakukan pada Sabtu (28/11/2020) lalu.

Mengkarantina Tamu

Andrew menjelaskan, pihaknya juga menerima tamu yang baru datang dari luar negeri. Rata-rata mereka adalah pekerja yang berasal dari Malaysia dan diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri setelah tiba di Kota Batam.

Menurutnya, tamu-tamu tersebut sudah mengetahui peraturan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Batam dan harus diterapkan selama pandemi Covid-19.

“Rata-rata mereka ini adalah tamu long stay (tinggal lama,red),” jelasnya.

Selama masa karantina lanjutnya, para tamu tidak diperbolehkan untuk keluar kamar dan jika ketahuan akan langsung ditegur dan diminta untuk kembali.

“Untuk makanya kita antar langsung ke kamar mereka,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga memisahkan lantai kamar bagi tamu long stay dengan reguler.

Kata dia, ditengah pandemi Covid-19 sektor pariwisata salah satunya hotel sangat terdampak. Namun harus terus berjalan. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat atau CHSE sesuai edaran yang dikeluarkan pemerintah.

Sehingga dapat menjamin keselamatan dan kenyamanan para tamu saat menginap di hotel.

“Kami juga sudah mendaftar ke laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait CHSE ini,” tuturnya.

Kata dia, dengan penerapan CHSE, tamu hotel yang menginap di tempatnya bekerja stabil dan meningkat meski ditengah pandemi Covid-19.

Selain hotel lokasi wisata di Kota Batam juga menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya Taman Rusa Sekupang.

Para pengunjung yang ingin liburan ke Taman Rusa harus dilakukan pengukuran suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke area rekreasi tersebut.

General Manager Hunian Gedung Agribisnis dan Taman BP Batam, Herawan, mengatakan, Taman Rusa telah menyediakan sarana untuk penerapan protokol kesehatan Covid 19.

“Sudah disiapkan fasilitasnya, untuk menyuci tangan dan sebagainya. Beberapa fasilitas terus kita jaga kebersihannya. Kami selalu mengingatkan juga agar yang akan berkunjung ke Taman Rusa wajib untuk memakai masker dan menjaga jarak,” katanya.

Pemerintah Berikan Lencana Emas Indonesia Care

Sementara itu, staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Guntur Sakti, mengatakan, sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada Destinasi dan Usaha Pariwisata sangat penting.

Pemerintah kata dia, membangun citra pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh.

“Sertifikasi CHSE juga sebagai strategi bangsa kita dalam membangun pariwisata,” ujarnya.

Para pelaku usaha pariwisata lanjutnya diminta untuk mendaftarkan diri melalui laman https://chse.kemenparekraf.go.id/ agar mendapatkan lencana emas “Indonesia Care”.

Dengan adanya lencana emas “Indonesia Care” dalam entitas usaha pariwisata dan destinasi pariwisata, akan lebih meyakinkan wisatawan untuk datang berkunjung khususnya ke Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, sertifikasi CHSE adalah program dari Kemenparekraf.

Sertifikasi itu kata dia berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

“Saat ini sudah 32 hotel dan resort di Kota Batam yang telah mendaftar program CHSE melalui laman https://chse.kemenparekraf.go.id dan bagi pelaku atau pengelola destinasi dan usaha pariwisata yang lolos audit/penilaian akan mendapatkan Sertifikat CHSE dari Lembaga Sertifikasi, dan kemudian akan diberi Label InDOnesia CARE (I Do Care) oleh Kemenparekraf,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata RI juga terus mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui sektor kepariwisataan di Kota Batam. Beberapa kegiatan juga dilakukan Kemenpar di Kota Batam. Seperti Gerakan BISA dan osialisasi protokol CHSE. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Menurut Ardi, adanya Sertifikasi CHSE dapat meningkatkan kepercayaan negara luar bahwa tempat usaha pariwisata dan destinasi wisata di Kota Batam sudah bersertifikat.

“Sertifikasi ini diterapkan di seluruh Indonesia sebagai langkah pemerintah membangun citra pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh,” tuturnya.

Indonesia Care atau I Do Care merupakan strategi kampanye untuk membangun citra reputasi bangsa Indonesia untuk memberikan kepercayaan kepada wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

“Mendaftarnya mudah kalau kita bersungguh-sungguh, jangan disia-siakan, ini untuk kebaikan bersama memberikan kepercayaan kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” sebutnya.

Pariwisata Diprediksi Bangkit Diawal 2021

Ardi juga optimistis pariwisata Batam bangkit pada awal 2021. Hal ini terlihat dari sejumlah usaha dan destinasi wisata di daerah ini, sudah beroperasi dan mayoritas sudah menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Dengan usaha keras kita selama ini, maka Januari 2021 adalah masa kebangkitan pariwisata Batam,” ujar Ardi.

Kata dia, upaya yang sudah dilakukan dalam menangani Covid-19 di Batam dibagi dalam tiga tahap. Yakni tanggap darurat, pemulihan, kemudian normalisasi.

Selain itu kata dia, pelaku pariwisata di sektor hotel juga diberikan kelonggaran di bidang pajak.

Di masa pemulihan kata dia, pemerintah mulai membuka sejumlah usaha di sektor pariwisata. Seperti hotel, restoran, tempat hiburan, dan sebagainya.

“Di masa ini pula, Disbudpar Batam membentuk 14 protokol yang harus diterapkan di sektor pariwisata. Masing-masing punya cara dan prosedur bagaimana beraktivitas di masing-masing tempat,” kata dia.

Kemudian, pada masa normalisasi, pihaknya menargetkan dimulai pada awal 2021 seiring masa kebangkitan pariwisata Batam.

kata dia, pemerintah mengajak semua pelaku usaha di sektor pariwisata untuk memperketat protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Tetap pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau memakai hand sanitizer. Ini sebagai benteng kita melawan Covid-19,” kata dia.

Begitu juga dengan pengusaha di sektor pariwisata seperti hotel, restoran, dan sebagainya, diminta melengkapi fasilitas pendukung protokol kesehatan.

Adapun, protokol kesehatan ini juga diperkuat dengan protokol CHSE yang disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Kemenparekraf juga sangat peduli dengan pariwisata Batam. Bahkan, kita dapat dana hibah selama masa penanganan Covid-19 ini dan kita manfaatkan untuk menyambut kebangkitan pariwisata Batam,” ujarnya.

Perlu diketahui Provinsi Kepri menjadi tiga besar penyumbang Wisatawan Mancanegara pada 2019 setelah Jakarta dan Bali. Dari seluruh daerah di Provinsi Kepri, Kota Batam nejadi yang terbanyak dikunjungi wisman.

Berdasarkan data BPS Kota Batam, jumlah wisman yang berkunjung ke Batam pada 2019 lalu sebanyak 1.947.943 orang atau naik 3,21 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 1.887.284 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Batam sepanjang 2019 lalu berkontribusi besar terhadap angka kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau. Andilnya mencapai 67,99 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri sebanyak 2.864.795 kunjungan.(Messa Haris)