Jumat, 8 Mei 2026

Jelang Nataru, Harga Telur di Batam Tembus Rp 49 Ribu per Papan

Berita Terkait

batampos.co.id – Harga bahan pangan kembali naik di penghujung tahun. Seperti, harga telur ayam buras yang terus melejit dalam beberapa pekan terakhir.

Bahkan, satu butir telur dijual hingga Rp 2 ribu. Sebenarnya, harga telur ayam buras sudah tinggi sejak 3 bulan terakhir.

Jika biasanya telur dijual Rp 32-35 ribu per papan, harganya naik jadi Rp 40-45 ribu per papan.

Namun, seminggu belakangan ini, harga telur kembali melejit hingga Rp 49-53 ribu per papan.

Kenaikan harga telur terpantau di pasar tradisional hingga minimarket di beberapa wilayah Batam.

Harga telur ayam kembali naik di penghujung tahun. Jika biasanya telur dijual Rp 32-35 ribu per papan, harganya naik jadi Rp 40-45 ribu per papan dan seminggu belakangan ini harga telur kembali melejit hingga Rp 49-53 ribu per papan. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Seperti, di Pasar Botania 1, Batam Center, harga per 10 butir telur dijual Rp 17-18 ribu.

Sedangkan untuk per papan, harganya Rp 48-53 ribu.

“Harga telur naik lagi, mahal sekarang,” kata Ita, karyawan toko kelontong di pasar tersebut, Rabu (9/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurut dia, harga telur naik karena permintaan telur jelang Natal meningkat. Banyak masyarakat yang membuat kue sebagai persiapan saat Natal nanti.

“Permintaan telur tinggi seminggu terakhir. Sudah biasa juga tinggi jelang Natal,” ujar Ita.

Sementara Linda, warga Nongsa, sempat kaget mengetahui harga telur di swalayan tempat dia bisa berbelanja ikut naik.

Padahal, sekitar tiga hari lalu, harga telur Rp 15 ribu per 10 butir.

“Tadi saya belanja harga telur sudah Rp 17 ribu. Cepat banget naiknya,” ujar Linda.

Hal yang sama dikatakan Siti, warga Tangjung Sengkuang.
Ia malah terpaksa membeli telur ayam buras Rp 2 ribu per butir di warung dekat rumah.

“Biasanya cuma Rp 1.500 per butir, ini sudah Rp 2.000, mahal banget,” kesal Siti.

Karena itu, ia berharap pemerintah bisa segera mengambil tindakan, sebelum harga telur kembali naik.

Apalagi saat ini, kondisi masyarakat sudah cukup sulit di masa
pandemi Covid-19.

“Pemerintah jangan mengabaikan ini, karena ini cukup menyakitkan bagi masyarakat yang hidup pas-pasan,” tegas Siti.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, belum mendapat informasi soal kenaikan harga telur.

Menurutnya, informasi kenaikan harga telur akan ditindaklanjuti dengan mencari tahu penyebabnya.

“Nanti akan saya tindaklanjuti, karena memang belum tahu harga telur semahal itu,” ujar Gustian singkat.(jpg)

Update