Kamis, 7 Mei 2026

Ada 693 Kasus DBD di Batam, Paling Banyak di Kecamatan Ini…

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam meminta masyarakat waspada.

Pasalnya, sampai pekan kedua Desember 2020, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Batam mencapai 693 kasus.

Saat ini, kasus DBD tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kota
Batam.

Sementara, jumlah kematian akibat DBD sampai pekan kedua penghujung tahun 2020 ini sebanyak empat kasus.

Lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kematian DBD tahun
sebelumnya yang hanya dua kasus.

”Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya, yakni 728 kasus, dimana dua kasus meninggal dunia,” ujar Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi, Jumat (11/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Berdasarkan data Dinkes Kota Batam, kasus DBD tertinggi se-
panjang 2020 terjadi di bulan Oktober dan Agustus yakni 88
kasus. Sementara, kasus terendah di bulan April yakni 31 kasus.

Kasus DBD di Kota Batam merata di setiap kecamatan. Namun, terdapat tiga kecamatan yakni Batam Kota, Batu Aji dan
Kecamatan Sagulung sebagai penyumbang pasien DBD terbanyak.

Ilustrasi

Rinciannya, Kecamatan Batam Kota menjadi daerah penyumbang DBD tertinggi yakni 66 kasus.

”Disusul Batuaji 49 kasus dan Sagulung dengan jumlah 36
kasus,” katanya.

Adapun, kecamatan lainnya penyumbang kasus DBD ialah, Sekupang dan Nongsa dengan masing-masing 21 kasus.

Sei Beduk 15 kasus dan Batu Ampar serta Bengkong
masing-masing 13 kasus DBD. Sedangkan Lubukbaja 10 kasus DBD.

”Tiga kecamatan lainnya yakni Belakang Padang, Galang dan Bulang belum ada kasus DBD,” tuturnya.

Upaya penanganan DBD terus dilakukan, salah satunya dengan rutin melakukan fogging di tingkat lingkungan masyarakat.

Upaya pencegahan mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan hidup sehat juga penting dilakukan.

Melalui program 3M plus, yakni menguras, mengubur dan menutup ruang berkembangnya jentik nyamuk, serta meng-
gunakan pelindung tambahan seperti kelambu saat tidur.

Upaya pencegahan, sambungnya, dengan mengaktifkan kembali gerakan 1 rumah 1 jumantik, penyuluhan puskesmas ke masyarakat serta larvasidasi.

”Termasuk juga fogging bila hasil penyelidikan epidemiologi puskesmas positif, serta koordinasi lintas sektor,” tuturnya.

Gejala dini DBD, seperti panas badan mendadak tinggi antara 2-7 hari, nyeri di belakang bola mata, nyeri kepala, mual, dan muntah.

”Tanda pendarahan, seperti bercak merah pada lengan, mimisan, muntah darah dan sebagainya,” tuturnya.(jpg)

Update