Kamis, 7 Mei 2026

Di Batam Terjadi 3.583 Kasus Kecelakaan Kerja

Berita Terkait

batampos.co.id – Menjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Pasalnya, hingga kini masih banyak kasus kecelakaan terjadi pada tenaga kerja di Kota Batam.

Berdasarkan data Ketenagakerjaan Kepri Wilayah Kerja Kota Batam, sebanyak 3.583 kecelakaan kerja terjadi di Kota Batam sepanjang tahun 2020.

“Itu periode Januari-November 2020. Jumlahnya meningkat dibanding tahun sebelumnya, tapi angka persisnya yang tahun lalu saya belum pegang data,” ujar Kepala Pengawas Ketenagakerjaan Kepri Wilayah Kerja Kota Batam, Sudianto, Jumat (11/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Disebutkannya, penyumbang angka kecelakaan kerja di Batam masih didominasi kecelakaan kerja di jalan raya.

Bahkan, angkanya mencapai 50 persen dari jumlah kecelakaan kerja secara keseluruhan yang terjadi di Kota Batam. Persisnya, mencapai 1.540 kasus.

“Tiap tahun, angka kecelakaan kerja di jalan raya ini terus meningkat,” tambah Sudianto.

Berbagai upaya terus dilakukan Pengawas Ketenagakerjaan guna meminimalisir angka kecelakaan kerja di jalan raya tersebut.

Di antaranya, mengimbau kepada divisi keselamatan (safety) perusahaan agar terus mengingatkan karyawan mematuhi prtokol
keselamatan kerja di jalan raya.

Safety K3 bukan hanya di tempat kerja, tetapi juga dari rumah. Untuk itu, kita selalu mengingatkan keselamatan kerja di jalan raya ini penting, mengingat tingginya angka kecelakaan kerja di jalan,” tuturnya.

Selain di jalan raya, kecelakaan kerja tertinggi lainnya disebabkan material sebanyak 708 kasus, mesin produksi 559 kasus, dan kejatuhan sebanyak 278 kasus.

Sementara itu, kecelakaan kerja karena alat berat 94 kasus, bahan kimia 80 kasus, dan bejana tekan 4 kasus. Sementara, jumlah pekerja yang meninggal kecelakaan kerja berjumlah 13 orang.

“Yang meninggal rata-rata kecelakaan di jalan raya,” ucapnya.

Sudianto mengimbau, agar setiap kali terjadi kecelakaan kerja, dilaporkan ke Pengawas Ketenagakerjaan Kepri Wilayah Kerja Kota Batam.

Ilustrasi Pekerja galangan kapal di Tanjung Uncang Kota Batam. Berdasarkan data Ketenagakerjaan Kepri Wilayah Kerja Kota Batam, sebanyak 3.583 kecelakaan kerja terjadi di Kota Batam sepanjang tahun 2020. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Tujuannya, agar terdata dan memudahkan pembayaran klaim BPJS.

“Paling lambat 24 jam harus lapor ke kita, kalau terlambat klaim BPJS susah. Kalau misalnya belum sempat mengurus, minimal sudah dikomunikasikan, sehingga terdata dan memudahkan pencairan klaim,” tutupnya.

Baru-baru ini, terjadi kasus kecelakaan kerja karena adanya tabung gas yang meledak di dekat Perumahan Jasinta, Kabil, Kamis (5/11/2020) di Batam.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Sofian, membenarkan kecelakaan kerja yang diduga akibat ledakan gas dan menewaskan satu orang ini.

“Korban ini bekerja baru sehari,” ucapnya.

Korban, kata Sofian, bukanlah bekerja di sebuah perusahaan. Namun, ikut kerja dengan sistem borongan bersama kawannya, untuk mengerjakan pembuatan pagar dan tenda.

“Jadi bukan perusahaan. Dia ikut kawan, mungkin karena sudah lama tak kerja. Tapi sehari kerja, ada kejadian ini,” tuturnya.

Pada Maret 2020 lalu, seorang pekerja tewas dan enam lainnya mengalami luka karena insiden kecelakaan kerja di salah satu galangan kapal di Sagulung.

Manajemen perusahaan menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dengan kecelakaan tersebut.

Prosedur pekerjaan yang diawali dengan breafing safety tersebut, diklaim telah dilaksanakan sehingga dipastikan itu murni kecelakaan yang tak terduga.

Kecelakaan kerja ini diduga karena sambaran api las pemotongan besi di ruangan mesin kapal tugboat yang sedang diperbaiki.(jpg)

Update