batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menilai kesadaran warga untuk mengenakan masker kian menurun.
Untuk itu, ia akan segera mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan masker.
”Suratnya lagi disiapkan. Karena sudah banyak yang tak patuh, padahal Covid-19 belum juga selesai ditangani,” kata Rudi, Minggu (13/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Menurut Rudi, tim terpadu penanganan Covid-19 yang sudah terbentuk juga kesulitan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
”Tim sudah turun berkali-kali dan memberikan teguran, tapi mereka masih sa ja melanggar. Karena kemarin saya cuti 71 hari, jadi mungkin dalam waktu dekat ini saya akan dudukkan lagi bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) untuk penanganan Covid-19,” sebutnya.
Rudi juga mengimbau, menjelang libur akhir tahun ini, masyarakat diminta untuk tidak menggelar kegiatan yang
menimbulkan keramaian.
Hal ini penting, karena ditakutkan ada klaster baru yang muncul. Karena itu, ia juga mengingatkan agar warga patuh menjalankan protokol kesehatan (protkes).
Seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.
”Saya titip betul soal masker ini, jangan sampai ada nanti (acara) ramai-ramai jelang akhir tahun,” tegas Rudi.
Pria yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini mengatakan, meskipun saat ini vaksin sudah ada, walaupun belum sampai ke Batam, warga tetap harus patuhi protokol ke sehatan.
Sebelumnya, ia mengaku sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Batam Nomor 49 Tahun 2020 terkait penanganan protokol kesehatan.
”Namun banyak yang tak patuh. Nanti saya akan bahas lagi dengan tim gugus. Kira-kira langkah apa yang bisa kita ambil di sisa tahun ini untuk menekan penyebaran,” imbuhnya.
Rudi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi akan segera terwujud, kalau pemerintah bersama masyarakat mampu menyelesaikan persoalan Covid-19.
Harapannya, agar seluruh masyarakat bisa menikmati hari seperti di tahun 2019 lalu.
”Cepat pulih itu yang paling penting, saya rasa semua sudah jenuh dengan Covid-19 ini. Apa-apa tak bisa bebas dan dibatasi, sehingga dampaknya pada pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.(jpg)
