Minggu, 3 Mei 2026

Batam akan Gelar Sistem Belajar Tatap Muka di Tiga Kecamatan Ini

Berita Terkait

batampos.co.id – Sembilan bulan tak menggelar sistem belajar tatap muka di sekolah akibat pandemi Covid-19, Pemko Batam membuat keputusan baru.

Terhitung mulai Januari 2021 mendatang, belajar tatap muka di sekolah akan kembali digelar.

Namun, untuk tahap awal, pembukaan sekolah ini akan dicoba di wilayah hinterland atau pulau penyangga dan pesisir Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, uji coba sistem belajar tatap muka di sekolah lebih diprioritaskan di wilayah pesisir lantaran rendahnya kasus dan risiko penularan Covid-19 di tiga kecamatan pesisir.

Yakni, Kecamatan Bulang, Galang dan Belakang Padang.

Ilustrasi. Siswa MPLS mengikuti materi pembelajaran dengan mengenakan masker serta pelindung wajah transparan (face shield) di salah satu sekolah di Tulung Agung. (Aspri/Antara)

“Sekarang kalau melihat grafik penularannya, risiko penularan paling rendah itu di hinterland. Jadi kami akan mencoba membuka di sana dulu. Tadi saya sudah sempat berbicara dengan Kadisdik (kepala Dinas Pendidikan) soal ini,” ujarnya, Senin (14/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Selanjutnya, rencana pembukaan ini akan dibahas lebih dulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.

Menurutnya, Dinas Pendidikan juga menawarkan untuk membuka sekolah di hinterland terlebih dahulu, sebelum membuka belajar tatap muka di mainland atau perkotaan.

“Setelah kita uji coba nanti, kita akan lihat dulu hasilnya seperti apa. Kalau dampaknya baik, baru kita uji coba untuk perkotaan ini,” sebutnya.

Pemerintah, lanjutnya, sangat berhati-hati untuk menerapkan sekolah tatap muka ini, karena grafik kasus di Batam terus menanjak.

Sehingga, hal ini menjadi pertimbangan untuk belajar tatap muka.

“Kita tidak ingin ujug-ujug membuka sekolah, tapi tanpa memikirkan risikonya. Karena saat ini kita masih berjibaku melawan dan menekan penyebaran di klaster yang sudah ada,” ujarnya.

Untuk itu, keputusan pembukaan sekolah ini akan dibahas terlebih dahulu bersama Forkopimda.

Pembukaan sekolah ini, menurut Amsakar, perlu diawasi dan
dipastikan aman dan nyaman bagi siswa.

“Nanti kita rapatkan dulu soal opsi yang diberikan Disdik ini. Kalau disetujui baru kita jalan” ujarnya.(jpg)

Update