batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia berada di level 71,94 pada 2020 atau tumbuh tipis sebesar 0,03 persen atau 0,02 poin dibandingkan dengan 2019 yang sebesar 71,92. Tahun ini Jakarta masih yang tertinggi. Sementara Kepri masuk lima besar.
IPM merupakan acuan untuk mengukur kualitas hidup manusia yang dilihat dari kualitas kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita per tahun. IPM dipakai untuk mengukur seberapa jauh program pembangunan yang telah dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas hidup manusianya.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan IPM tertinggi ada di DKI Jakarta yaitu di level 80,77; disusul Jogjakarta di level 79,97; Kalimantan Timur di level 76,24; Kepulauan Riau 75,59; Bali 75,50; Sulawesi Utara 72,93; Riau 72,71 dan Banten 72,45.
Sementara yang paling rendah terjadi di Papua yaitu 60,44; Papua Barat di level 65,19; dan Nusa Tenggara Timur di level 66,11. Disususl, Sulawesi Barat 66,11 dan Kalimantan Barat 67,66.
“Provinsi DKI Jakarta statusnya sangat tinggi. IPM terendah adalah Provinsi Papua statusnya sedang,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/12).
Menurutnya, peningkatan IPM Indonesia tahun ini kecil dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya karena dampak pandemi Covid-19. Adapun rata-rata pertumbuhannya sebesar 0,78 persen per tahun.
Suhariyanto memaparkan, lambatnya pertumbuhan IPM tahun ini terlihat dari indikator pengeluaran per kapita yang turun menjadi Rp 11,01 juta pada tahun 2020 dari yang sebelumnya sebesar Rp 11,30 juta. Suhariyanto menyebut, ada harapan bagi anak-anak berusia tujuh tahun untuk bisa mengambil serta menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Diploma I atau waktu mengambil pendidikan selama 12,98 tahun.
Artinya, terjadi peningkatan 0,03 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,95 tahun untuk anak-anak yang mengakses pendidikan. Sementara dari rata-rata waktu lama sekolah untuk usia 25 tahun ke atas meningkat 0,14 tahun menjadi 8,48 tahun dari yang sebelumnya 8,34 tahun.
Sementara, dari sisi kesehatan, Suhariyanto menambahkan, bagi bayi yang lahir pada 2020 memiliki harapan bisa hidup sampai 71,47 tahun atau lebih lama 0,13 tahun. “Kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan, sedangkan dari sisi pengeluaran per kapita yang disesuaikan mengalami penurunan,” tutupnya.(jpg)
