batampos.co.id – Di penghujung tahun 2020, BPJS Kesehatan menyampaikan progress perbaikan kualitas layanan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam webinar bersama Agus Pambadio selaku pengamat kebijakan publik pada hari Rabu (16/12/2020).
Deputi Direksi Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan, Ari Dwi Aryani, mengatakan, bahwa sampai dengan November 2020 capaian nilai Walk Trough Audit (WTA) FKTP adalah 88.84%.
Penilaian ini berdasarkan survey yang dilakukan kepada peserta melalui pertanyaan yang diberikan kepada peserta yang telah memperoleh layanan di FKTP.
“Angka sampai dengan Desember masih diolah. Namun untuk capaian sampai dengan November ada di angka 88.84%. Sedangkan untuk capaian pada tahun 2019 indeks kepuasan nasional ada di angka 89.7%,” kata Ari.
Ari mengatakan di awal pandemi terjadi penurunan tingkat kepuasan peserta, untuk itu BPJS Kesehatan terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar kepuasan peserta kembali meningkat.
Salah satu hal yang menjadi alasan menurunnya tingkat kepuasan peserta adalah karena peserta cenderung ragu untuk datang ke FKTP ditambah lagi dengan kondisi FKTP yang tidak memungkinkan.

“Kadang kondisi FKTP yang tidak memungkinkan, mereka harus menutup layanan kesehatan jika ada yang terinfeksi. Untuk itu disini kami berusaha bagaimana pelayanan tetap optimal walaupun tanpa tatap muka,” kata Ari.
Upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan di masa pandemi adalah telekonsultasi yang memungkinkan peserta dapat melakukan konsultasi dengan dokter tanpa tatap muka, antrean online untuk memberikan kepastian waktu tunggu pada peserta, pelaksanaan prolanis tanpa tatap muka dengan cara edukasi online, dan penjaminan obat PRB dengan jumlah yang lebih banyak.
Hal tersebut tentu dilakukan untuk mengurangi kontak langsung dan menghindari penyebaran virus Covid 19.
“Untuk telekonsultasi sampai dengan saat ini sudah 7.293 atau sekitar 31% dari jumlah faskes yang mengimplementasikan. Untuk antrean online, 15.394 FKTP sudah mengimplementasikannya. Memang tidak semua bisa melaksanakan inovasi karena ada keterbatasan di beberapa FKTP,” kata Ari.
Iman Suryanto, salah satu peserta JKN-KIS mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan di masa pandemi ini sangat tepat. Menurutnya jemput bola menggunakan teknologi adalah sebuah keharusan.
“Hal yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan di masa pandemi ini sangat bagus. Protokol kesehatan dijalankan dengan pola-pola yang pas melalui inovasi teknologi,” kata Iman.
Dengan antrean online menurutnya peserta tidak perlu menunggu terlalu lama sehingga mengurangi kontak langsung dengan banyak orang. Ia mengatakan BPJS Kesehatan sudah going forward di masa pandemi.(*)
