batampos.co.id – Para calon penumpang maskapai penerbangan yang ingin bertolak ke Bali ramai-ramai membatalkan keberangkatannya dan melakukan refund tiket pesawat.
Hal ini dikarenakan adanya kewajiban wisatawan menyertakan surat tes PCR jika ingin berkunjung ke Bali.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, menyebut jumlah refund tiket mencapai Rp 317 miliar, berdasarkan data milik para online travel agent (OTA).

“Saya tanya juga ke online Travel agent berapa sih transaksinya. Data sampai semalam Rp 317 miliar,” ujarnya dalam acara webinar, Kamis (17/12/2020) dilansir dari JawaPos.com (group batampos.co.id).
Kata dia, ada 133 ribu tiket yang diminta untuk refund alias dikembalikan uangnya karena pembatalan terbang.
Angka tersebut lanjutnya, sangat jauh dari kondisi refund pada saat normal.
“Memang agak mengkhawatirkan. Data yang kita olah sampai semalam terjadi permintaan refund dari pembeli tiket sampai 133 ribu pack, ini meningkat dari kondisi normal,” tuturnya.
Pihaknya juga menyoroti syarat rapid test antigen bagi perjalanan darat ke Bali.
Sebab, terdapat potensi 28 ribu orang yang menyeberang lewat jalur darat ke Bali dan mempertanyakan bagaimana dengan jumlah sebanyak itu melakukan rapid antigen.
“Dirut ASDP itu datanya mereka per hari lalu lintas di Bali bisa sampai 28 ribu orang yang menyeberang. Itu juga menjadi pertanyaan kalau disuruh antigen bagaimana,” tutupnya.(jpg)
