Senin, 4 Mei 2026

60 Ribu Warga Batam Terancam Tak Dapat Vaksin, Penyebabnya…

Berita Terkait

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan vaksin Covid-19 diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Namun, pada tataran pelaksanaan, warga yang akan mendapatkan vaksin gratis adalah mereka yang aktif sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Untuk skala Batam, jika kepesertaan BPJS Kesehatan jadi syarat utama untuk mendapatkan vaksinasi, maka ada sekitar 60 ribu
warga yang terancam tidak akan dapat vaksin gratis.

Sebab, dari sekitar 200 ribu peserta BPJS Kesehatan mandiri,
sekitar 30 persen tercatat menunggak pembayaran.

Itu belum dari kalangan penerima upah yang kehilangan pekerjaan dan warga yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

”Jumlah peserta mandiri di Batam kurang lebih 200 ribuan, sekitar 30 persennya menunggak pembayaran. Sedangkan untuk karyawan perusahaan, rata-rata aktif, hanya sekitar 3-5 persen yang menunggak, itupun karena perusahaan tidak aktif lagi, ”
sebut Kabid Umum, Humas, dan SDM BPJS Kesehatan Cabang Batam, Irfan Racmadi, Kamis (17/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Namun, Irfan mengaku pihaknya belum dapat informasi terkait vaksin gratis hanya untuk peserta BPJS Kesehatan yang aktif.

Tapi jika memang informasi itu benar, ia sangat mendukung
kebijakan itu.

Proses pemindahan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. (MUCHLIS Jr. / BPMI SETPRES)

”Sampai hari ini (kemarin,red) belum dapat informasi terkait itu (vaksin gratis untuk peserta BPJS Kesehatan saja,red). Kalau memang benar, bagus sekali,” ujar Irfan.

Jika kebijakan vaksin gratis bagi peserta aktif, maka ia yakin masyarakat akan berlomba-lomba membayar tunggakan.

Apalagi, saat ini ada relaksasi pembayaran tunggakan iuran peserta. Pendaftaran program ini pun hanya berlaku hingga 31
Desember 2020.

”Sudah beberapa hari kantor kami ramai dikunjungi peserta BPJS yang ingin mendaftar relaksasi. Dengan adanya kebijakan vaksin gratis bagi peserta aktif, saya yakin masyarakat akan berlomba-lomba lagi membayar tunggakan. Tentunya yang datang wajib
mengikuti protokol kesehatan, memakai masker dan jaga
jarak,” terangnya.

Menurut Irfan, sekitar 90-93 persen dari masyarakat Batam sudah terdaftar BPJS Kesehatan.

Baik itu secara mandiri, peserta penerima upah, hingga bantuan dari pemerintah atau disebut penerima bantuan iuran (PBI).

Sementara untuk penunggak iuran kebanyakan dari peserta
mandiri.

Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam, Dody Pamungkas, mengatakan, tunggakan iuran peserta BPJS Cabang Batam hingga September 2020 tercatat lebih dari Rp 101 miliar.

Tak hanya itu, sejak pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Cabang Batam juga kehilangan lebih dari 15 ribu peserta.

Sementara, total jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional -Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Kantor Cabang Batam per 1 Oktober 2020 sebanyak 1.019.323 orang atau 90,86 persen dari total penduduk Kota Batam dengan jumlah yang mencapai
1.121.875 jiwa.

Jumlah itu dibagi dari pembiayaan APBN sebanyak 158.701 jiwa, PBI APBD sebanyak 41.417 jiwa, pekerja penerima upah sebanyak 559.078 jiwa, pekerja mandiri sebanyak 255.899 jiwa hingga pensiunan atau veteran sebanyak 4.228 orang.

Seperti diketahui, dalam proses pemberian vaksin ovid-19 gratis, pemerintah menunjuk BPJS Kesehatan untuk mendata masyarakat terlebih dahulu.

BPJS Kesehatan akan menggunakan aplikasi Primary Care (P-Care) versi Vaksin Covid-19 untuk proses registrasi, scree-ning, dan pencatatan pemberian vaksin gratis.(jpg)

Update