batampos.co.id – Pemko Batam akan mendukung penuh program pembinaan atlet olahraga sepak takraw yang merupakan salah satu olahraga unggulan di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, tidak semua daerah fokus terhadap olahraga sepak takraw.
Hal itu lanjutnya tentu menjadi kesempatan para atlet di Batam untuk terus mengembangkan diri.
“Apalagi Batam atau Kepri merupakan daerah Melayu. Saya yakin atlet Batam bisa menjadi unggulan di Indonesia ataupun dunia,” kata Rudi saat menghadiri Muskot Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) ke V Kota Batam, Minggu (20/12/2020).
Kata dia, Pemko Batam akan mendukung semua program olahraga. Terutama yang berkaitan dengan program pembinaan para atlet olahraga di Kota Batam.
Karena itu, pihaknya berpesan agar binaan atlet di Batam bisa dilakukan dengan baik.
Rudi juga berpesan kepada seluruh atlet meskipun fokus berlatih terhadap olahraga yang digemarinya, tapi tidak boleh mengesampingkan pendidikan formal. Olahraga dan pendidikan menurut dia harus seimbang.

“Jadi harus sama-sama, jangan karena punya bakat olahraga kemudian pendidikan ditinggalkan. Sekarang tidak boleh lagi seperti itu,” kata Rudi.
Pada kesempatan itu Rudi juga berpesan agar Muskot ke V PSTI Kota Batam bisa berjalan dengan baik. Apabila ada masalah agar diselesaikan dengan musyawarah tanpa ada kegaduhan.
“Mari tetap jaga Batam aman dan damai,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga berpesan agar selalu melaksanakan protokol kesehatan.
Menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun wajib dilaksanakan oleh semua masyarakat.
“Mudah-mudahan vaksin Covid-19 juga cepat datang,” katanya.
Pada Musko tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid terpilih secara aklamasi untuk memimpin Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Batam periode 2020-2024.
“Terima kasih atas amanah ini. Insya Allah dengan kebersamaan, Sepak Takraw Batam akan kita besarkan,” ujar Jefridin.
Di kepemimpinannya ini, Jefridin akan menggelar sejumlah event untuk membesarkan PSTI Batam. Bahkan, kata dia, event yang pernah ia buat akan kembali dimunculkan.
“Dulu saat jabat Kakanpora pada 2007-2011, kita ada event Piala Wali Kota Cup untuk takraw. Ini perlu kita hidupkan kembali dengan ada atau tidak adanya anggaran,” kata dia.
Selain itu, ia menegaskan, dalam berorganisasi tentu perlu kerja sama dan kekompakan serta transparan. Untuk itu, ia mengajak semua pengurus PSTI nantinya mampu menjalin menjalib kekompakkan dan kerja sama yang baik.(*/esa)
