Jumat, 1 Mei 2026

Warga Batam Keluhkan Syarat Rapid Test Antigen

Berita Terkait

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat mengeluhkan kebijakan baru yang dikeluarkan beberapa daerah terkait syarat terbang dan masuk ke suatu daerah yang harus menggunakan surat rapid test antigen yang harganya lebih mahal. Padahal sebelumnya, penumpang cukup menggunakan rapid test antibodi yang biaya tesnya jauh lebih murah.

Almira, warga Batam Center, kaget mengetahui syarat penerbangan ke Jakarta harus menggunakan hasil rapid test antigen. Apalagi, budget yang dikeluarkan untuk tes satu orang berkisar Rp 250 ribu-Rp 300 ribu.

“Untung saya belum rapid test antibodi, kalau sudah, pasti saya harus tes ulang lagi. Dan itu biayanya enggak murah,” kata Almira.

Apalagi, lanjut Almira, ia berangkat bersama suami dan tiga anaknya ke Jakarta pada pekan ini. Otomatis, ia harus mengeluarkan biaya lebih mahal lagi.

“Biaya tambahan lebih banyak lagi. Rapid test biasa cuma Rp 100 ribuan, dan yang antigen ini hampir Rp 300 ribu. Jujur, sama sekali saya tak setuju dengan kebijakan ini,“ ujar Almira.

Menurutnya, kebijakan itu memberatkan. Pasalnya, tidak semua orang berangkat keluar daerah untuk berlibur atau punya biaya berlebih. “Contohnya saya, berangkat karena mau pindah ke Jakarta, bukan liburan. Tapi saya harus mengeluarkan biaya lebih banyak lagi,” terang Almira lagi.

Ia menilai, rapid antigen adalah kebijakan baru pemerintah daerah. Yang mana, kebijakan itu malah membuat masyarakatnya semakin susah. Apalagi, di tengah ekonomi yang turun drastis saat pandemi Covid-19.

“Ini proyek yang menyengsarakan masyarakat. Masyarakat dipaksa mengeluarkan uang,” kesal dia.

Hal senada diucapkan Fuji, calon penumpang lainnya. Ia kesal ketika hasil rapid test-nya tiba-tiba ditolak petugas bandara karena dinilai tak berlaku di daerah tujuan. “Saya sudah rapid test (antibodi), ternyata ditolak. Kata petugas saat ini berlaku rapid test antigen, bukan antibodi,” ungkap Fuji.

Akibatnya, wanita berusia 30 tahunan ini terpaksa kembali menggeluarkan biaya untuk melakukan rapid test antigen. Untul sekali rapid test antigen, ia mengeluarkan bujet Rp 275 ribu.

“Saya terpaksa rapid test antigen, padahal sudah rapid test antibodi. Kalau tak rapid itu, saya tak boleh berangkat,” ujar Fuji lagi. (*/jpg)

Update