batampos.co.id – Akhir tahun 2020, sejumlah wilayah di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas terendam banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi sejak Minggu (20/12/2020) malam hingga sore kemarin.

Setelah banjir melanda dan air surut, warga setempat mulai membersihkan sisa-sisa lumpur setinggi 10 cm yang berada di dalam rumahnya.

“Membersihan lumpur dari genangan air akibat banjir ini sangat melelahkan, tidak hanya itu barang-barang yang ikut terendam banjir dapat menimbulkan bau tak sedap serta kerugian material perabotan rumah,” ucap salah seorang warga Kelurahan Tarempa, Ami, Selasa (22/12/2020).

Menurut dia, banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Tarempa kali ini disebabkan luapan Sungai Sugi yang tidak dapat dihindarkan saat curah hujan tinggi.

Lanjut dia mengatakan, banjir bandang tahun ini tidak separah banjir tahun 2018 yang memakan korban jiwa, namun warga setempat selalu berinisiatif antisipasi saat bencana akan datang. “Kejadian banjir kali ini, tinggi air capai lutut orang dewasa,” sebutnya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Yohan Bahtera Adam saat di wawancarai, di Tarempa, Selasa (22/12/2020). (Foto: Faidillah/batampos.co.id)

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas, melaporkan tidak ada korban jiwa akibat bencana alam tersebut.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh saat ini, rumah terkena banjir bandang di Kelurahan Tarempa ada sekitar 271 kepala keluarga (KK), kemudian untuk Tarempa Selatan ada sekitar 39 KK, total 310 rumah,” ucap Plt Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Yohan Bahtera Adam, kepada batampos.co.id.

Terkait kerusakan rumah akibat banjir bandang berdasarkan data sementara, di Kelurahan Tarempa terdapat 1 rumah rusak ringan, 6 rumah rusak sedang. Kemudian di Desa Tarempa Selatan, ada 3 rumah rusak ringan dan 4 rumah rusak sedang dan 2 rumah rusak berat.

“Data sementara ini kami minta bantu kepada pihak Kelurahan, Desa dan RT,” sebutnya.

Rencananya BPBD Anambas akan melakukan survei secara langsung di lapangan bekerja sama dengan PU untuk meninjau setiap rumah warga dengan tingkat kerusakannya.

Selain itu, ada dua titik badan jalan tertimbun tanah longsor, yakni di Desa Pesisir Timur, dan Batu Tambun yang tertutup sehingga mengganggu jalur transportasi.

Dua jalan tertimbun tanah longsor itu, kini telah didilakukan pembersihan setelah berkoordinasi dengan Dinas PU serta ikut dibantu oleh TNI-Polri di daerah ini.

“Untuk hari ini kita lakukan pembersihan di badan jalan Temburun, akibat tertimbun tanah longsor,” sebutnya.

Sementara itu, kata dia, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau prediksi perkembangan cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di daerah ini.

Fenomena La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah indonesia.(fai)