batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bakal melakukan reshuffel atau perombakan Kabinet Indonesia Maju. Beberapa nama juga telah beredar di publik.

Menanggapi hal tersebut, Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, sebelum reshuffle tersebut dilakukan, maka nama-nama tersebut masih sangat mungkin mengalami perubahan.

“Tentang portofolio yang akan direshuffle atau orang yang akan masuk kabinet bisa berubah-ubah sampai reshuffle diumumkan,” ujar Arsul kepada wartawan, Selasa (22/12).

Namun demikian, Wakil Ketua MPR ini mengatakan, pihaknya enggak ikut campur mengenai rencana reshuffle yang bakal dilakukan ini. Sebab itu adalah wewenangnya Presiden Jokowi dan juga Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“PPP memahami bahwa Presiden secara seksama bersama Wapres sedang godok rencana reshuffle. Bagaimanapun itu hak prerogatif Presiden yang tentu akan berdiskusi dengan wapres,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini ada dua posisi kosong menteri di Kabinet Indonesia Maju. Itu adalah posisi Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Sosial (Mensos). Bahkan juga dikabarkan ada beberapa menteri yang juga bakal direshuffle oleh Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sementara PKB menduga Presiden Jokowi bakal melakukan reshuffle kabinet pada Rabu 23 Desember 2020, atau tepatnya Rabu Pon. PKB juga mendapat info setidaknya ada enam menteri yang bakal dicopot oleh Presiden Jokowi.

Saat ini juga santer disebut-sebut ada empat nama yang bakal menduduki sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju, mereka adalah Sandiaga Uno, Tri Rismaharini, M Luthfi dan Yahya Cholil Staquf.(jpg)