batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menangkap dua petugas Rumah Sakit Graha Hermine, Batu Aji, Sabtu (19/12/2020).

Mereka yakni We, selaku petugas laboraturium, dan De, sekuriti rumah sakit.

Kapolsek Bandara Hang Nadim, AKP Nidya Astuty, mengatakan, kedua pelaku ditangkap karena sudah memalsukan surat keterangan (suket) rapid test dari RS Graha Hermine.

Aksi keduanya terungkap setelah para korban yang berjumlah empat orang menggunakan suket tersebut di Bandara Hang Nadim saat hendak terbang dengan pesawat menuju Medan.

“Mereka membuat rapid test tanpa prosedur, tidak melakukan pemeriksaan,” ujar Nidya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam memeriksa dokumen para calon penumpang di pintu masuk Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto; Messa Haris/batampos.co.id

Nidya menjelaskan, kedua tersangka mencetak surat laboraturium di rumah sakit dan mencantumkan dokter yang
sudah tidak bertugas di rumah sakit tersebut.

“Tanda tangan itu dipalsukan sendiri oleh tersangka dan suratnya dicetak di rumah sakit. Suratnya itu format lama,” katanya.

Nidya menambahkan, tersangka mengeluarkan empat surat rapid test dengan harga Rp 150 ribu per suratnya.

“Korban dan pelaku ini saling kenal. Korban baru pertama kali mengikuti rapid test dan tidak tau prosedurnya,” ungkap Nidya.

Sementara itu, pengakuan De, pemalsuan suket rapid test tersebut baru pertama kali dilakukan.

Ia mengaku memberikan upah Rp 100 ribu kepada rekannya untuk mencetak surat tersebut.

“Baru pertama kali. Enggak kepikiran kalau surat itu tidak bisa digunakan,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal Pasal 263 ayat 1 jo 55 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga yang berjumlah empat orang tak dapat terbang menuju Medan melalui Bandara Hang Nadim.

Pasalnya, mereka menggunakan surat rapid test palsu. Tak hanya penerbangannya yang dibatalkan, mereka juga diserahkan ke polisi akibat menggunakan surat rapid test palsu tersebut.(jpg)