batampos.co.id – Pemko Batam memutuskan belajar tatap muka akan mulai dilaksanakan pada 4 Januari 2021 mendatang.

Sekda Kota Batam, Jefridin, mengatakan, penerapan sekolah tatap muka tersebut akan dilakukan dua bulan tahap pertama dan jika berhasil, maka akan dilakukan seterusnya.

“Ini akan menjadi percontohan bagi sekolah yang ada di mainland. Kalau di hinterland berhasil, bisa diterapkan di mainland,” ujarnya, Rabu (23/12/2020).

Kata dia, untuk belajar tatap muka ini, tidak ada waktu istirahat. Kemudian setiap kelas bagi TK atau PAUD hanya 5 murid, serta jenjang SD dan SMP hanya 18 siswa saja.

Selain itu, setiap sekolah membuat jarak tempat duduk siswa 1,5 meter.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, Achmad, Sekda Kota Batam, Jefridin, berfoto bersama dengan para guru hinterland setelah penandatanganan surat kesepakatan terkait belajar tatap muka. Foto: Pemko batam untuk batampos.co.id

“Guru juga dilarang mondar mandir, saat mengajar cukup di depan saja. Selanjutnya, olahraga yang sifatnya bersentuhan tidak diperbolehkan,” kata Jefridin.

Ia menekankan, pihak sekolah harus menjalankan semua protokol yang sudah disusun Disdik Batam.

Ia tak ingin sekolah justru jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Ia juga meminta pihak sekolah nantinya segera membentuk gugus tugas di masing-masing sekolah.

“Ada delapan protokol kesehatan yang disusun Disdik. Ini harus dijalankan semua,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, menyampaikan pihaknya menyusun 8 protokol.

Adapun protokol kesehatan itu yakni:

1. Protokol Kesehatan Umum di Sekolah
2. Protokol Sarana dan Prasarana Pendidikan
3. Protokol Kesehatan Tenaga Pendidik
4. Protokol Kesehatan Pendidikan Setelah di Rumah
5. Protokol Kesehatan saat Berangkat Sekolah
6. Protokol Kesehatan Siswa di Sekolah
7. Protokol Kesehatan Proses Belajar
8. Protokol Kesehatan saat Mengajar di Sekolah.

“Dalam ketentuan ini, kantin juga tidak diperbolehkan buka dalam kurun dua bulan pertama,” ujarnya.(*/esa)