batampos.co.id – Seorang warga Bintan nekat membakar rumahnya sendiri, Sabtu (19/12) malam. Sang istri pun melaporkannya kepada polisi. Kemarin, pnyidik Polsek Bintan Utara mengungkap pemicu pelaku membakar rumah di antara jalan Pasar Baru dan Tanjungpermai, Kecamatan Bintan Utara itu.

Dari kasus ini, polisi menangkap pelaku, S, 42, mantan anggota polisi yang ditangkap di rumah sakit umum daerah (RSUD) Tanjungpinang, Minggu (20/12) malam.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur membenarkan, pelaku merupakan mantan anggota polisi dan rumah yang dibakar merupakan rumah pelaku sendiri. Awalnya pelaku emosi karena permintaannya pada istrinya agar segera pulang ke rumah tidak dituruti.

”Dia minta istrinya pulang, sementara saat itu kondisinya sudah malam, istrinya berada di Tanjungpinang bersama anaknya. Istrinya sudah mau pulang, tapi jaraknya kan tidak dekat,” ujarnya seperti dilansir Harian Batam Pos.

Kemudian pelaku mengancam dengan mengirimkan pesan ke istrinya. ”Isinya kira-kira begini, kalau tidak pulang, rumahnya akan dibakar, jadi sebelum membakar rumahnya, pelaku sempat mengirim pesan dan foto botol bensin,” ujarnya.

Tak ayal, kebakaran terjadi. Selang beberapa saat, tetangga pelaku menghubungi petugas pemadam kebakaran dan polisi. ”Pemadam dibantu anggota polisi yang memadamkan,” ujarnya.

Usai kejadian itu, istri dari pelaku melaporkan suaminya karena sudah membakar rumah mereka ke kantor polisi, Minggu 20/12).

”Setelah laporan itu, kita periksa tetangganya dua orang dan petugas pemadam kebakaran,” ujarnya.

Pada Minggu (20/12) malam, polisi mengamankan pelaku di rumah sakit di Tanjungpinang. ”Diamankan di RSUD Tanjungpinang, depan RSAL Tanjungpinang, dia sedang mengobati luka di tangannya yang terbakar karena pas menyulut api, tumpahannya mengenai tangannya,” ujarnya.

Dari kejadian ini, pihaknya menjebloskan pelaku ke dalam sel tahanan dan menyita barang bukti berupa mancis untuk kompor yang digunakan menyulut api, pakaian dan gorden, serta kipas angin yang habis terbakar.

”Pelaku menyesali perbuatannya namun tetap kita proses lebih lanjut dan kenakan pasal 187 ayat 1 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara,” ujarnya. (*/jpg)