batampos.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk M Luthfi menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Agus Suparmanto.

Namun, Luthfi sebenarnya bukan pertama kalinya menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag). Sebelumnya, Luthfi pernah menjabat di kursi yang sama pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pria kelahiran 16 Agustus 1969 ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun 2005 dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada era SBY. Pada Pilpres 2019 lalu, Lutfi pun tercatat sebagai bagian dari tim sukses Jokowi-Ma’ruf.

Setelah Jokowi terpilih lagi, ia diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) menggantikan Mahendra Siregar yang ditarik menjadi Wakil Menteri Luar Negeri RI pada Mei 2020.

“Bapak Muhammad Lutfi beliau sebelumnya pernah di Kepala BKPM, Menteri Perdagangan, kemudian duta besar Indonesia untuk Jepang. Terakhir duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat,” kata Jokowi, Selasa (22/12).

Dalam jabatannya sebagai duta besar, Lutfi menyatakan sasaran pertamanya adalah memastikan AS memperpanjang persetujuan fasilitas pembebasan tarif bea masuk (generalized system of preference/GSP) ke Indonesia. GSP merupakan mekanisme keringanan bea masuk bagi negara-negara berkembang yang mengekspor produk ke AS. Upayanya tak sia-sia.

Pemerintah AS mengabulkan perpanjangan fasilitas GSP Indonesia pada November lalu. Lutfi menargetkan peningkatan fasilitas tersebut menjadi Limited Trade Deal (LTD) yang diyakini dapat membuat volume perdagangan dua arah Indonesia dan AS dapat naik hingga USD 60 miliar pada 2024.

Sebagai informasi, Luthfi merupakan lulusan Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Lutfi juga menjadi pendiri Mahaka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan, dan media.

Luthfi pernah menjadi Ketua HIMPI Jaya periode 1998-2001. Setelah itu Lutfi menjadi Ketua Nasional HIPMI periode 2001-2004.(*/jpg)