batampos.co.id – Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, menegaskan sudah mengintruksikan anggotanya untuk menindak tegas para penyelundup yang melakukan perlawanan. Tindakan tersebut berupa penembakan di lokasi.

“Itu (penembakan) jika membahayakan, dan untuk mempertahankan diri. Petugas itu bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi melindungi negara ini,” ujar Susila di Kantor KPU Tipe B Batam kepada Harian Batam Pos di Batuampar, Senin (21/12).

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam,Susila Brata.

Susila menjelaskan, penembakan dan persenjataan yang digunakan petugas harus sesuai Standard Operating Procedure (SOP), seperti memberikan tembakan peringatan jika ada upaya melarikan diri. Kemudian, penembakan di tempat jika ada perlawanan.

“Kita juga ada UU yang mengatur bagaimana dipersenjatai. Kemudian mekanisme patroli di laut. Itu semuanya diatur,” kata Susila.

Sebelumnya, Tim Gabungan dari Kapal Patroli BC Kepri dan BC Batam ditabrak penyelundup di Perairan Nongsa. Penyelundup berjumlah 6 orang tersebut nekat melakukan perlawanan dan menabrak kapal patroli petugas hingga mengalami kerusakan.
“Sebelumnya kita memberikan tembakan peringatan. Jadi tembakan dari kita bersifat memperingatkan dan melumpuhkan,” tegas Susila.

Dalam kasus penyelundupan tersebut, petugas BC berhasil mengamankan speed boat tanpa nama. Kemudian, barang selundupan yang terdiri dari 5 ribu botol minuman alkohol dan 290 ribu batang rokok.

Sedangkan para penyelundup, dikenakan sanksi tindak pidana dalam bidang kepabeanan sesuai UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan tindak pidana dalam bidang cukai sesuai UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Pastinya untuk menekan aktivitas penyelundupan ini, kita terus melakukan pengawasan dengan patroli laut. Dan memperketat pintu masuk,” tutupnya. (*/jpg)