batampos.co.id – Tri Rismaharini dan Sandiaga Salahuddin Uno merupakan dua nama yang paling sering dibicarakan menjelang pengumuman reshuffle kabinet Selasa lalu (22/12). Kemarin (23/12) dua sosok tersebut dilantik di Istana Negara, Jakarta, bersama empat menteri lainnya.

Risma bercerita tentang penunjukannya sebagai Mensos. Senin lalu (21/12) dia dihubungi Mensesneg Pratikno. ’’Sekitar pukul 15.00, karena saat itu saya sedang webinar Hari Ibu,’’ katanya setelah dilantik. Pratikno hanya menyampaikan bahwa besoknya (22/12) Risma diminta menghadap ke istana. Risma baru tiba di Jakarta Selasa pagi dan diberi tahu bahwa pertemuan dengan presiden dijadwalkan pukul 15.00.

Setelah pelantikan kemarin, Risma memberikan keterangan. Risma menyatakan bahwa fokus pertamanya di Kemensos adalah realisasi bansos Covid-19. Sisa bansos untuk 2020 harus tersalurkan secara tuntas pada pekan keempat. Kemudian, langsung tancap gas pada penyaluran bansos 2021 di pekan pertama Januari. ’’Minggu pertama harus bisa keluar karena ini berkaitan dengan pergerakan ekonomi nasional,’’ terang politikus PDIP tersebut.

Setelah itu, Risma menyambungnya dengan program pemberdayaan. Program pemberdayaan tidak hanya menyasar keluarga miskin. Anak-anak telantar juga akan mendapatkan porsi. Targetnya, anak-anak telantar bisa mandiri. Mereka harus mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang sama dengan anak-anak pada umumnya. Dia akan bekerja sama dengan Kemenkes untuk pelayanan kesehatan khusus penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Risma juga berjanji membenahi data di Kemensos. Dia menggandeng Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk memastikan pendataan penerima bantuan terus ter-update. ’’Pasti ada selisih karena hari ini di-update, mungkin hari ini pula ada yang meninggal, pindah, dan sebagainya,’’ tutur mantan kepala Bappeko Surabaya tersebut. Karena itu, pendataan akan ditangani secara day-to-day.

Berikutnya, Kemensos akan bekerja sama dengan sejumlah kementerian untuk pemberdayaan para ibu rumah tangga. ’’Membentuk koperasi, bisa di tingkat kecamatan atau kelurahan,’’ jelas Risma. Programnya bakal menyesuaikan karakter tiap daerah.(jpg)