batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan pembangunan masjid di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, serta jajaran Forkopimda Kota Batam.

Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, menyampaikan, Masjid Bandara Hang Nadim Batam memiliki konsep arsitektur berbentuk Tanjak Melayu.

Masjid lanjutnya du=ibangun di atas lahan seluas 15.797 meter persegi, lantai 1 luas bangunan 2.094 meter persegi, lantai 2 (mezzanine) luas bangunan 468 meter persegi.

Sementara tinggi bangunan masjid mencapai 39,5 meter, tinggi menara masjid 45 meter, kapasitas jamaah pria pada lantai 1 dapat menampung sebanyak 900 jamaah, dan kapasitas jamaah wanita pada lantai 2 dapat menampung sebanyak 350 jamaah.

Maket masjid berkubah tanjak melayu yang dibangun di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Struktur pondasi tiang pancang beton, dan tipe struktur bangunan kombinasi struktur beton bertulang dan baja, material arsitektur tanjak aluminium composite panel (ACP).

Biaya pembangunan masjid mencapai Rp 39.937.665.520,- dengan sumber pembiayaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kontraktor pemenang PT Nenci Citra Pratama, Konsultan Perencana Ir. Y. Seno Prakoso, MT dan Konsultan Supervisi PT. Narga Saraba Bhumi,” jelasnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, masjid ini sudah dirancang lebih kurang satu tahun yang lalu antara BP Batam, MUI Kota Batam, dan seluruh tokoh masyarakat Islam di Kota Batam.

“Sesuai kesepakatan bersama, desain gambar bangunan, yaitu Tanjak Melayu. Semua sudah sepakat untuk kita bangun. Adapun waktu pembangunan lebih kurang 16 bulan kemungkinan akan selesai pada tahun 2022,” ujar Muhammad Rudi.

Ia menambahkan, pembangunan masjid ini untuk memudahkan para penumpang dan pengguna jasa Bandara.

Maket menyeluruh masjid berkubah tanjak yang dibanggun di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Sehingga para penumpang yang ingin berangkat melalui Bandara Hang Nadim apabila masuk waktu salat mereka bisa melaksanakan ibadah di masjid ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, menyampaikan apresiasi pembangunan masjid ini.

“Dengan keberadaan masjid ini sangat menunjang untuk beribadah. Ini adalah sebagai wujud nyata bahwa mereka di mana pun berada harus menegakkan agama dengan mengerjakan sholat. Ini sangat positif dan kami sangat mendukung semuanya,” kata Usman Ahmad.

Konsep massa bangunan terinspirasi dari bentuk Tanjak Melayu karena tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas di kalangan masyarakat Melayu.

Selain menjadi ikon baru Kota Batam, juga diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan.(*/esa)