batampos.co.id – Menurut ulasan pada 2017, senyawa yang disebut zingerone dan shogaols dalam jahe dapat membantu menurunkan berat badan.

Dilansir dariĀ Medical News Today, Kamis (24/12/2020), sebuah studi pada 2015 menunjukkan perempuan dengan obesitas mengonsumsi dua tablet jahe bubuk 1 gram per hari selama 12 minggu.


Hasilnya, kelompok ini mengalami penurunan nafsu makan dan ukuran tubuh secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo.

ilustrasi. Foto:INT

Efeknya lebih terasa pada orang yang memiliki kumpulan gen tertentu. Ini mungkin petunjuk bahwa jahe dapat bekerja lebih baik untuk menurunkan berat badan pada beberapa orang.

Namun, para ilmuwan merasa perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki hal ini.

Sebuah studi terkait menemukan bahwa mengonsumsi jahe memiliki efek menguntungkan yang kecil dibandingkan dengan plasebo.

Jahe menurunkan indeks massa tubuh (BMI) dan meningkatkan kontrol gula darah pada perempuan dengan obesitas.

Penelitian kecil lainnya menunjukkan 10 pria meminum 2 gram bubuk jahe saat sarapan.

Para peserta mengalami pengurangan rasa lapar dan peningkatan thermogenesis, atau produksi panas pembakaran kalori. Studi tersebut menyoroti potensi peran jahe dalam manajemen berat badan.

Tinjauan pada 2018 menilai bukti efek jahe pada penurunan berat badan dan penanda lain yang terkait dengan obesitas.

Secara keseluruhan, ditemukan asupan jahe mengurangi berat badan peserta, rasio pinggang-pinggul, dan beberapa petunjuk positif pada metabolisme glukosa darah.(jpg)