batampos.co.id – Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam bersama tim Pemko Batam kembali melakukan evaluasi terhadap anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Batam tahun 2021.

Evaluasi itu dilakukan setelah mendapatkan beberapa catatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Anggota Banggar DPRD Kota Batam, Mochamad Mustofa, mengatakan, salah satu evaluasi yang dilakukan dalam APBD 2021 adalah anggaran pembelian vaksin.

Dimana, untuk pembelian vaksin tidak menggunakan anggaran APBN melainkan menggunakan APBD.

”Jadi, vaksin itu ternyata anggarannya pakai APBD, bukan APBN. Untuk masyarakat Kota Batam kita angagrkan sekitar Rp 4 miliar lebih. Saya kurang hafal detail angkanya, kerena catatannya
di kantor. Kalau lebih jelasnya bisa BPKAD (Badan Pengelo-
laan Keuangan dan Aset Daerah) atau Dinkes,” ujarnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Mustofa melanjutkan, sebelumnya dalam APBD 2021 yang disahkan pada 30 November lalu tidak memasukkan anggaran untuk pembelian vaksin.

Proses pemindahan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung Jawa Barat, Senin (7/12/2020). (MUCHLIS Jr. / BPMI SETPRES)

Setelah adanya evaluasi dari provinsi, DPRD Kota Batam dan Pemko Batam kemudian memotong anggaran untuk mendapatkan pembiayaaan pembelian vaksin tersebut.

”Salah satu anggaran yang harus dievaluasi adalah anggaran kunjungan ke daerah setiap dinas, bahkan dari DPRD juga harus dikurangi untuk memenuhi anggaran vaksin untuk masyarakat,” jelasnya.

Pria yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Batam membidangi kesehatan itu melanjutkan, anggaran Rp 4 miliar lebih itu nantinya tidak hanya digunakan untuk pembelian vaksin.

Namun juga akan digunakan untuk honor 400-an tenaga medis yang akan melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

”Jadi untuk pelaksanaannya itu, Rp 4 miliar. Mungkin nanti ada penambahan, karena include pelaksanaan. Selain beli vaksinnya juga include SDM-nya dalam pelaksanaannya melakukan
vaksinasi itu,” tuturnya.

Mengenai kapan vaksin itu akan diberikan kepada masyarakat Kota Batam, Mustofa belum dapat memastikannya.

Namun, ia menegaskan akan dilakukan vaksinasi secara keseluruhan karena sudah dianggarkan dalam APBD 2021.

”Kemarin teknisnya kapan mulai dilaksanakan itu belum ada waktu yang tepat. Cuma dari Dinkes dan melalui Pak Malik (BPKAD) kemarin, itu sekitar bulan 4 atau bulan 5. Tergantung vaksinnya, tapi anggaran harus disiapkan dari sekarang,” imbuhnya.(jpg)