batampos.co.id – Menjelang libur natal dan akhir tahun sejumlah daerah mengubah aturan atau syarat bagi pendatang maupun warganya yang pulang kampung. Yakni, mewajibkan syarat surat keterangan (suket) rapid test antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 yang nyaris sulit dikendalikan.

General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, menyebutkan, daerah-daerah yang mensyaratkan suket rapid test antigen dan PCR diantaranya Pontianak (Kalimantan Barat), Lampung, Palembang.

Untuk Pontianak suket rapit test antigen dan PCR yang berlaku selama 7 hari. Sedangkan ke Lampung hanya berlaku 2 hari. ”Sumatra Selatan (Palembang) minta rapid test antibody, antigen atau PCR, tapi masa berlakunya hanya 3 hari saja,” sebutnya, kemarin.

Benny mengatakan, permintaan suket ini, berdasarkan kebijakan dari pemerintah daerah, sehingga masa berlakunya berbeda-beda. Seperti ke Bali meminta PCR yang berlaku 7 hari, ke seluruh Pulau Jawa meminta rapid test antigen atau PCT yang berlaku 3 hari.

”Medan itu meminta rapid test antigen, tapi masa berlakunya cukup panjang, yakni 14 hari. Begitu juga Aceh, meminta rapid test antigen berlaku 14 hari,” ungkapnya.

Menurut Benny, suket rapid test antibody, antigen atau PCR ini hanya berlaku untuk kelompok usia 12 tahun ke atas. Sedangkan anak-anak usia 12 tahun ke bawah tidak wajib menjalani rapid test antibody, antigen maupun PCR. ”Bagi masyarakat yang tidak memiliki suket antigen, kami menyediakan sarana pengecekan di Hang Nadim,” tuturnya.

Sejak dibukanya pengecekan rapid test antigen, selalu didapati penumpang yang positif Covid-19. Sabtu (26/12) misalnya, terdeteksi tiga penumpang positif Covid-19. ”Dari 22 hingga 26 Desember tercatat sudah 27 penumpang terdeteksi positif,” sebutnya.

Masih kata Benny, pengawasan tetap akan ditingkatkan, walaupun sudah ada penurunan jumlah penumpang yang berangkat melalui Hang Nadim. ”Kami perkirakan jelang tahun baru naik lagi, kemungkinan di H-2,” tuturnya. (*/jpg)