batampos.co.id – Dalam tiga bulan belakangan ini, terjadi tiga kasus pembuangan bayi di Batam. Sayangnya, hingga kini polisi tak bisa menemukan pelaku pembuang maupun orangtua bayi-bayi malang tersebut. Alasannya, karena kurangnya petunjuk untuk mengungkap kasus yang kerap terjadi.

Yang terbaru, pada Rabu (23/12) sekitar pukul 06.00 WIB, warga menemukan bayi di sekitar Perumahan Tembesi Center, Batuaji. Bayi laki-laki yang diperkirakan berusia dua jam saat dibuang tersebut, ditemukan berada di dalam kardus dan masih tertempel tali pusar.

”Masih dilakukan penyelidikan, siapa pelaku dan orangtuanya. Mudah-mudahan segera terungkap,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir, Minggu (27/12).

Dalam kasus ini, kata Jun, pihaknya minim petunjuk karena tidak adanya saksi mata dan CCTv di lokasi. ”Saksi dari yang menemukan di lokasi saja. Kita juga sudah cek CCTv untuk dijadikan petunjuk,” katanya.

Sebelumnya, dua kasus pembuangan bayi juga terjadi di Nongsa. Hingga kini, polisi belum juga menemukan pelaku maupun orangtua bayi tersebut. Lagi-lagi, polisi juga kesulitan menemukan jejak pembuang maupun orangtua yang tega membuang bayinya tersebut.

”Sampai sekarang masih kita lakukan penyelidikan. Kita sudah mengantongi keterangan saksi,” kata Kapolsek Nongsa, AKP I Made Putra Hari Suwargana.

Kasus penemuan bayi di Nongsa terjadi pada Kamis (10/9) sore di Kampung Kelembak RT 004/RW001, Sambau, Nongsa. Bayi perempuan yang diperkirakan berumur 5 jam tersebut dibuang ke semak menggunakan kantong plastik warna biru.

Sedangkan kasus pembuangan bayi berikutnya, terjadi pada, Sabtu (14/11) malam. Warga menemukan jasad bayi laki-laki yang dibuang di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU), Sambau. Bayi malang ini bersimbah darah dan dibuang menggunakan kantong plastik warna putih.

Kemudian, jasad bayi di dalam plastik yang diperkirakan berusia 4 jam tersebut, digantung di batang pohon. ”Dengan maraknya kasus (pembuangan bayi), kita imbau kepada masyarakat, kalau belum siap punya bayi, jangan punya dulu. Kalau bisa diberikan ke masyarakat atau ke panti asuhan, jangan dibuang,” katanya.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial, mengaku prihatin dengan banyaknya kasus pembuangan bayi tersebut. Menurutnya, jika tertangkap, pelaku harus dijerat dengan hukuman berat agar kejadian serupa tak terulang lagi.

”Kasus ini sudah beberapa kali terjadi, dan polisi kesulitan menemukan pelakunya. Biar jera, ke depan harus dijatuhi hukuman maksimal, agar bayi yang merupakan titipan Tuhan, tidak ditelantarkan dengan dibuang seperti itu,” tegasnya. (*/jpg)