batampos.co.id – Singapura memberlakukan aturan bagi siapapun yang masuk ke negara itu harus mengikuti program karantina atau Stay Home Notice untuk mencegah penularan virus korona. Namun penularan justru terjadi di tempat karantina di sebuah hotel mewah. Dan ini kejadian kedua, setelah sebelumnya 13 kasus juga sempat muncul di hotel bintang 5 itu.

Dilaporkan telah muncul 10 infeksi Covid-19 impor baru, hingga Sabtu (28/12). Salah satunya yaitu seorang pria yang tinggal di hotel Mandarin Orchard. Sebelumnya 13 orang yang dikarantina di hotel tersebut juga dinyatakan positif terkena virus.


Dilansir dari Channel News Asia, Senin (28/12), ini adalah kasus kedua yang terjadi di hotel tersebut sejak Kementerian Kesehatan (MOH) mengumumkan pekan lalu. Uniknya 13 kasus yang muncul sebelumnya memiliki kesamaan genetik tinggi meskipun para pasien berasal dari negara yang berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa kasus tersebut kemungkinan besar terinfeksi dari sumber yang sama. Dan penularan mungkin terjadi selama mereka tinggal di hotel.

Kasus terbaru yang dilaporkan dialami seorang warga negara Lebanon yang tiba dari Qatar. Dia dipindahkan dari Mandarin Orchard ke fasilitas rumah tinggal khusus lainnya, pada 20 Desember ketika penyelidikan sedang dilakukan terhadap 13 kasus tersebut.

Pria itu menyelesaikan dua kali tes usap pada 19 dan 21 Desember. Namun, tes usapnya pada 24 Desember kembali positif. Hasil tes serologisnya negatif, menunjukkan itu bukan infeksi masa lalu.

Pada hari Jumat, Kemenkes Singapura mengumumkan bahwa seorang penduduk tetap berusia 47 tahun yang kembali dari Filipina pada 10 Desember, tinggal di Mandarin Orchard. Lalu dia telah dinyatakan positif terkena virus.

Seperti warga negara Lebanon, pria itu dipindahkan ke fasilitas rumah tinggal lain pada 20 Desember. Dia juga menjalani dua tes usap, tetapi kemudian dinyatakan positif terkena virus.

Kemenkes mengatakan sedang menyelidiki apakah kedua kasus tersebut terkait dengan kasus sebelumnya di hotel. Sejauh ini tidak ada kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal.(jpg)