batampos.co.id – Seiring dengan kebijakan pemerintah mengenai Digitalisasi siaran televisi, Batam TV bekerja sama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam hal untuk penyedia MUK yang di support oleh TVRI.

Direktur Batam TV, Rini Elfina, menyampaikan, pihaknya sudah melakukan uji coba siaran digital.

“Tadi malam kami sudah melakukan uji coba siaran dan insya allah sebentar lagi Batam TV akan menjadi televisi lokal pertama yang menyiarkan analog atau digital,” ujarnya Selasa (29/12/2020).

Kata dia, mengenai program nantinya akan mengedepankan konten lokal sesuai anjuran KPID. Pihaknya juga merekrut pekerja atau karyawan dari tenga lokal.

“Kemungkinan dari Januari 2021 kita akan bersiar secara digital karena sebelumnya sudah diujicobakan dan ini yang ke dua kalinya. Kedepanya kita pelan-pelan akan meninggalkan analog dan konsen ke digitalnya,” paparnya.

Direktur Batam TV, Rini Elfina (dua dari kiri), Dirut Batam TV, Emar Pasha Amangku (dua dari kanan) bersama  tim redaksi Batam TV saat menjelaskan perubahan frekuensi Batam TV dari analog ke digital. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Direktur Utama Batam TV, Emar Pasha Amangku, mengatakan, secara teknis analog maupun digital sesuai UUD cipta kerja saat ini sedang menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP).

“Dari aspek regulasi sebenarnya simpel saja, tadinyakan terestrial (sistem penyiaran televisi yang tidak melibatkan transmisi satelit,red) analog frekuensinya, sekarang digital. Tadinya satu channel satu televisi, sekarang satu channel bisa empat sampai delapan televisi,” ujarnya.

Emar juga menyampaikan secara aspek konten sebenarnya sama. Karena televisi selalu ada konten dan penyiaran, namun untuk penyiaran akan lebih ke digital.

“Kalau yang bisanya di rumah pakai antena yang biasa itu masih bisa juga, cuma TVnya harus disetting ulang dan di scan channel lagi”, jelasnya.

Selain itu ia menambahkan, secara teknologi tidak ada bedanya hanya saja konverter dari TV analog ke digital yang disematkan di TVRI.(nto)