batampos.co.id – Direktorat Infrastruktur Kawasan Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyelesaikan proyek infrastruktur sepanjang tahun 2020.

Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, melalui PPK Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta Pengendalian Mutu Infrastruktur Kawasan, Boy Zasmita, mengatakan, kegiatan yang bersumber dari PNBP TA 2020 itu memiliki total nilai kontrak Rp125.734.651.952 dan terbagi dalam beberapa proyek perbaikan jalan dan drainase.

“Ada 21 paket pengelolaan dan penyelenggaraan, serta pengendalian mutu infrastruktur kawasan, di antaranya pekerjaan perbaikan jalan dan drainase,” jelasnya, Senin (28/12/2020).

Ia menjelaskan, sejumlah proyek perbaikan jalan telah rampung 100 persen.

Di antaranya perbaikan Jalan Yos Sudarso, pembangunan jalan di Kaveling Sambau Nongsa, pembangunan jalur ke-2 Jalan Kawasan Industri Batam Centre, pembangunan Jalan Kolektor & Jembatan Kawasan Industri Sekupang, serta peningkatan kualitas jalan di sejumlah kawasan industri Kota Batam.

Salah satu ruas jalan yang dibangun BP Batam pada 2020. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Boy, menambahkan, dana tersebut juga digunakan untuk pengadaan aspal swakelola, pengadaan dan pemeliharaan sarana dan peralatan kerja pemeliharaan jalan, Jembatan dan Transportasi Masal, dan Kajian Struktur serta sarana penunjang Jembatan Tuanku Tambusai Barelang.

Beberapa proyek yang juga telah rampung antara lain, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Wasco Engineering Indonesia, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Rotary Engineering Indonesia, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Dock Lautan Lestari, dan Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Caterpillar Indonesia.

“Dalam pengelolaan ini ada pula proyek multiyears yang masih akan berlanjut hingga tahun depan, di antaranya pembangunan dan supervisi jalur ke-2 Jalan Hang Kesturi, pembangunan dan supervisi Jalan dan Lengan Simpang Batu Ampar, dan pembangunan Jalan Kolektor Bundaran Madani sampai dengan Bengkong Sadai,” kata Boy.

Boy mengungkapkan, dari sisi pengelolaan drainase semua telah rampung 100 persen. Yaitu proyek Pembangunan Bangunan Pelintas Kaveling Mandiri, dan Pembangunan Bangunan Pelintas Graha Nusa Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu, mengatakan, dengan adanya sistem drainase dan insfrastruktur yang baik dapat membuat Kota Batam semakin mempermudah akses sehingga mendongkrak perekonomian kota untuk mewujudkan menjadi bandar dunia madani.(*/esa)