batampos.co.id – Menyikapi kebijakan pemerintah Indonesia menutup perbatasan darat, laut, dan udara dari kedatangan warga negara asing, Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, menyampaikan jika memang aturan itu diberlakukan, maka pihaknya akan ikut.

”Memang kami belum dapat informasi terkait itu, tapi jika memang benar, kami ikuti kebijakan tersebut, ” ujar Nika kepada Harian Batam Pos, kemarin.

Dikatakan Nika, selama pandemi Covid-19 Pelabuhan Feri Internasional Batam Center tetap beroperasi. Hal itu sesuai permintaan dari pemerintah, agar pelabuhan tersebut tetap beroperasi, mulai dengan melayani kedatangan pekerja migran indonesia (PMI), pekerja permit, hingga investor atau diplomat.

Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Menurut dia, sejak pandemi Covid-19, jumlah penumpang antarnegara turun jauh. Dari biasanya berkisar 5.000-7.000 penumpang perhari, turun hingga puluhan bahkan pernah hanya 1 atau 2 penumpang.

”Apalagi sejak Singapura dan Malaysia menutup jalur masuk. Sekarang Indonesia mau tutup juga, kami serahkan lah semua ke pemerintah,” terang Nika.

Masih kata Nika, sampai saat ini pihaknya masih melayani kedatangan PMI yang dideportasi dari Malaysia. Hampir setiap hari ada kedatangan, namun jumlahnya jauh berkurang. ”Untuk penumpang PMI masih ada setiap hari, begitu juga dengan pekerja yang memiliki permit,” sebutnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, juga belum mendengar informasi tersebut. Namun jika memang sudah diputuskan, ia ikut aturan dari pemerintah. ”Masih belum dengar informasinya, namun kami ikuti semua kebijakan (pemerintah pusat, red),” tegas Ardi.

Disinggung apakah akan kembali berdampak ke pariwisata, Ardi tak membantah. Meski saat ini ia tengah membangkitkan pariwisata Kota Batam dan berharap jalur antarnegara dapat dibuka kembali. ”Tidak apa-apa mundur selangkah, demi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Bahkan, menurut Ardi, saat ini pihaknya tengah fokus untuk menarik wisatawan domestik datang ke Batam. Hal itu dibuktikannya dengan adanya kunjungan wisatawan domestik dari 31 daerah di Indonesia. ”Saat ini optimis bangkitkan pariwisata dari domestik. Salah satu event kami juga dikunjungi wisatawan dari 31 daerah di Indonesia,” ungkapnya. (*/jpg)