batampos.co.id – Seluruh SPBU di Batam diwajibkan kembali menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Hal ini direncanakan berlaku mulai awal tahun 2021 mendatang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, rencana itu telah disepakati usai rapat dengan pihak SPBU, Pertamina, dan Hiswana Migas.

”Untuk tahun 2021, seluruh SPBU di Batam wajib menjual premium,” tegas Gustian, Selasa (29/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurut dia, permintaan itu disampaikan Pemko Batam setelah melihat kondisi masyarakat.

Dimana, sejak pandemi Covid-19 melanda, ekonomi masyarakat belum benar-benar pulih.

”Karena itu kami minta premium disediakan kembali di seluruh SPBU. Dan semua sepakat,” terang Gustian.

Hanya saja, lanjut Gustian, pembelian premium nanti akan dibatasi. Setiap masyarakat yang hendak membeli premium, wajib menggunakan kartu Brizzi, layaknya seperti membeli bio solar.

Di antara syarat yang harus dipenuhi lainnya, adalah keaktifan pajak kendaraan dan tahun kendaraan.

Antrean kendaraan roda empat saat hendak mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Batam. dalam beberapa hari terakhir BBM jenis premium dan pertalite langka di sejumlah SPBU. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

”Jadi memang tak semua kendaraan bisa beli premium,” tegas Gustian lagi.

Dikatakan Gustian, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sistem yang nantinya akan digunakan untuk pembelian premium.

Begitu juga dengan bank yang akan bekerja sama jika nantinya rencana itu terlaksana.

”Mudah-mudahan pertengahan Januari pendaftaran sudah bisa dilakukan, dan Februari pelaksanaannya,” terang Gustian.

Gustian juga menegaskan, tahun 2021, akan ada penambahan kuota premium sebanyak 10 persen.

Dari yang 163.773 kiloliter (kl) per tahun menjadi 180.154 kl di tahun 2021.

”Jadi, penambahan kuota 10 persen itu sudah sah. Sebab di tahun 2020, kuota premium sebenarnya mencukupi, hanya saja penyalurannya yang tidak tepat,” tutur Gustian.

Tak hanya itu, Pemko Batam juga meminta agar Pertamina menunda peluncuran Pertamina Dex.

Sebab, selama ini biosolar di Batam sudah sangat mencukupi, bahkan berlebih.

”Sejak ada kartu Brizzi, bio solar di Batam surplus, karena itu kami minta Pertamina Dex ditunda dulu, sampai ekonomi Batam benar-benar pulih,” kata Gustian.

Tak hanya itu, Gustian juga memastikan jika BBM jenis pertalite tetap tersedia. Bahkan, ia ingin harga pertalite sama dengan harga premium seperti yang telah berlaku di daerah Bali.

”Untuk pertalite sebenarnya aman, bahkan kami berharap pertalite bisa seharga premium seperti di Bali. Insya Allah tahun 2021, kondisi BBM seperti dulu, tak ada masalah,” janji Gustian.

Sementara itu, pantauan di sejumlah SPBU, terlihat antrean panjang pengisian premium.

Padahal, pembelian premium sudah dibatasi yakni Rp 100 ribu untuk kendaraan roda empat dan Rp 50 ribu untuk roda dua.

”Untuk premium memang dibatasi, sudah aturan SPBU
dan Pertamina,” ujar operator SPBU di KDA Batam Kota, yang
enggan menyebutkan nama.

Disinggung terkait penyediaan pertalite, menurutnya, SPBU tersebut sudah beberapa bulan tak menyediakan lagi. Namun, ia tak tahu pasti penyebab ditiadakannya penjualan pertalite.

”Pertalite memang tidak ada sekarang, kami ganti sama Pertamax 92,” ujarnya.(jpg)