batampos.co.id – Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas warga menganggap korupsi sekarang makin banyak terjadi. Tercatat sekitar 55 persen menilai korupsi sekarang semakin banyak dibanding tahun lalu.

“Sementara yang menilai korupsi semakin sedikit, hanya 13 persen, dan yang menilai sama saja 26 persen,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas kepada wartawan, Selasa (29/12).

Menurut Abbas, penilaian warga ini tidak bisa dilepaskan dari kasus-kasus korupsi yang dibongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun ini.

“Dugaan kasus korupsi di kementerian Sosial dan Kementerian Perikanan tampaknya menyumbang bagi penilaian negatif warga tentang korupsi di Indoensia,” katanya.

Selain itu, dalam survei ini juga menyebutkan mayoritas publik puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sekitar 74 persen warga merasa sangat atau cukup puas, sementara yang merasa kurang atau tidak puas sama sekali hanya sekitar 23 persen.

Sirojudin menyatakan, hasil survei ini merupakan petunjuk penting bahwa mayoritas warga mempercayai Presiden Jokowi, baik sebelum atau di masa pandemi Covid-19. Penilaiaan atas kinerja Presiden memang sempat turun signifikan pada 7-10 Oktober 2020 ketika yang yang merasa puas hanya 57 persen.

“Kecenderungan penurunan saat itu tampaknya terkait dengan maraknya unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja,” kata Abbas,” ungkapnya.

“Namun begitu keriuhan itu selesai, mayoritas warga kembali menunjukkan kepuasannya terhadap presiden dan sekarang mencapai 74 persen.” tambahnya.

Adapun, survei nasional SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon kepada 1202 responden yang dipilih secara acak atau random pada 23-26 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 2.9 persen.(jpg)