batampos.co.id – Pemko Batam terus berupaya untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021, salah satunya dengan penerapan sistem pembayaran nontunai.

Sekda Kota Batam, Jefridin, mengatakan dengan pola tersebut pihaknya yakin PAD akan meningkat signifikan.

“Ada beberapa retribusi yang masih menerapkan tunai. Sehingga tahun depan, ditargetkan sudah melalui nontunai,” ujarnya saat memimpin Rapat Rencana Implementasi Nontunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Jasa Perdagangan se-Kota Batam, Selasa (29/12/2020).

Kata dia, saat ini retribusi yang belum menerapkan nontunai tersebut persampah dan parkir tepi jalan.

Ia meminta, agar dua potensi pendapatan Batam ini juga menerapkan nontunai melalui QRIS.

Sekda Kota Batam, Jefridin (dua dari kiri) bersama Kepala KPw BI Kepri, Musni Hardi Kasuma Atmaja saat melaunching QRIS di Pasar Hang Tuah, Batu Besar. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Kita sudah konsen menerapkan nontunai ini sejak 2016 ditambah program terbaru dari BI (Bank Indonesia) melalui QRIS, perlu kita maksimalkan sistem nontunai ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menggesa agar implementasi QRIS di Batam segera diterapkan di sektor perdagangan di Batam.

Ia mengaku, baru beberapa pasar saja yang mulai menerapkan QRIS.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, ia meminta semua pasar di Batam harus menerapkan transaksi nontunai melalui QRIS.

“Baru dua pasar saja setelah kemarin kita luncurkan QRIS bersama Wali Kota Batam, bapak Muhammad Rudi. Semua harus menerapkan ini, pasar yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola swasta,” ujarnya.

Ia menyampaikan, melalui nontunai tersebut selain efisien, juga sangat aman.(*/esa)